Just Take What You Need, For Free...

Showing posts with label Opini. Show all posts
Showing posts with label Opini. Show all posts

Urusan Layanan Warnet

Apalagi, kalau market leader-nya tidak bertanggung jawab atas masa depan koran itu sendiri. Misalnya, membanting harga habis-habisan, berharap bisa mendongkrak omzet sesaat. Padahal, di bisnis model apa pun, banting harga itu selalu bersifat short term, berbahaya untuk masa depan.

Ketika market leader membanting harga, dia bukan hanya menggali lubang untuk diri sendiri. Dia juga menggali lubang untuk industrinya. Wong pedagang kaki lima saja sekarang tidak perang harga kok!


Itulah secuil kutipan dari Azrul Ananda, redaktur Jawapos dalam kolomnya hari Rabu, 1 Juli 2009. Senyum kecut langsung kulemparkan ketika membacanya.
Yah, pengalaman pribadi dalam mengelola warnet sedikit banyak miriplah dengan kenyataan itu. Bulan lalu ada Warnet baru dalam radius 1 Km, bukan masalah sih, rejeki udah ada yang atur, kata orang tua kita begitu.

Namun Ketika melihat bahwa dia pasang tarif perjamnya hanya 65% dari tarif warnetku, sontak warnetku sepi. Dalam masa booming warnet seperti tahun ini (di daerahku) isu harga sangat mempengaruhi antusiasme pelanggan. Sejauh ini aku masih menganggap bahwa tarif yang kuterapkan merupakan titik jenuh dari tarif yang berlaku umum di dunia bisnis layanan dunia maya ini.

Akankah perhitunganku salah, misalnya ternyata titik jenuh tarif warnet sebenarnya masih di bawah tarifku. Atau aku harus tersenyum sinis saja dan melihat dari jauh ketika perhitunganku benar (dan kutipan Azrul Ananda tadi benar)

Sejauh ini sih, warnetku masih bertahan, aku masih berusaha meningkatkan layanan warnet ini. Mulai dari optimalisasi Proxy Cache Server, Pelayanan dari Operator yang ramah dan bisa mengakomodasi hampir semua kebutuhan pelanggan, sampai dengan memberikan kejutan-kejutan kecil terhadap pelanggan setia dengan pemberian voucher layanan misalnya.
Yah, semoga bisnis ini masih akan terus bertahan, kalaupun harus berubah mengikuti zaman, ya berubahlah, wong segalanya juga akan selalu berubah. Bravo perubahan!!

(btw, setelah alpha itu bravo apa beta yah?)

Read More......


Entah kenapa yah, komputerku kok sering restart, firefoxnya aja yang restart uda puluhan kali. Lha akhir2 ini malah komputernya yang restart. Ni kan komputer operator, repot donk.
Kucoba donlot firefox terbaru, 3.5.1 dan mmm, aroma opera keliatan deh...


Lihat lingkaran merah, Opera banget kan? Secara default, sebelum firefox versi ini (sebelumnya aku pake 3.1.8) tidak dimunculkan ikon newtab (lingkaran biru). Ikon newtab yang ada di toolbar pada ilustrasi di atas karena aku installnya upgrade dari Firefox 3.1.8 yang ikon newtabnya kumunculkan sendiri.

Yah, akhirnya, moga2 tidak suka crash lagi yah...

Read More......

Terlindas Kemajuan Zaman (Alias Apes)

Klik untuk memperbesar gambar


Kasihan nasib stan kecil di pertigaan Prambon ini. Karena ada pelebaran jalan, halaman parkirnya habis teraspal, terus lebih apes lagi, pertigaan ini dipasang bangjo alias traffic light. Lengkap sudah penderitaannya...

Ini dia pertigaannya, jadi selebar ini...

Read More......

Ngumpul Atau Ngompol

Baru saja aku mampir di situs blogger Pasuruan. Ada hal unik yang bisa dilihat di header situsnya.

Kata yang dilingkari merah, cukup membuat pembaca tersenyum. Siapapun tahu kalau maksud dari "Ngompol" di situ adalah "berkumpul", bukan "pipis di celana".

Rupanya masih ada keraguan dalam perbedaan pemakaian ragam bahasa tulis dan ragam bahasa lisan. Ada sedikit pengalaman tentang penggunaan ragam bahasa.
Waktu sekolah saya punya beberapa teman dengan panggilan nama fauna (ga pake istilah binatang ah). Ada yang dijuluki Sapi, Kucing, Kodok, Banteng dll. Nah, pas jam kosong, teman2 ada yang iseng2 berkreasi menggambar grafiti di papan tulis. Salah satu grafitinya terbaca "koceng", ragam bahasa lisan dari "kucing"

Sebenarnya, ragam bahasa lisan tidak harus ditulis menurut kedengarannya, tapi menurut asal katanya walaupun akhirnya tidak terkesan "nJawani" seperti yang dikhawatirkan si penulis. Kata "Indonesia" dalam ragam bahasa lisan sah2 saja jika dilafalkan "Endonesya".

Oya, saya bukan ahli bahasa, bahkan bukan mahasiswa jurusan bahasa, namun setidaknya, hal ini salah satu yang saya ingat dari pelajaran di sekolah:-)

Read More......

Google Salah Ketik


Satu lagi kesalahan kecil google.

Oya, terakhir kali aku menyoroti tentang kesalahan "lang=id" ada yang dengan serius memosting komentar yang intinya berterimakasih telah membahasnya. beberapa minggu kemudian dia balik lagi untuk berkomentar bahwa kasalahan itu telah diperbaiki. Sayangnya di menggunakan profil anonim.

Read More......

Penipuan Lewat SMS Modus Baru

Duh, jengkel deh, habis ketipu nih. Aku juga sih yang salah, ga pake mikir panjang. Yah, badan

lagi ga enak emang pikiran jadi agak tumpul rasanya.

Mungkin teman2 sering mendapat sms penipuan klasik yang memberitahukan bahwa yang bersangkutan telah menang undian tertentu, untuk mengambilnya harus dengan proses yang berbelit2 yang ujung2nya minta ditransfer uang atau pulsa.

Nah, baru saja aku terima sms seperti ini,

Ini pesan lengkapnya

Nah, salahku itu aku tidak mengecek dulu apa itu nomor akses *123#, aku sudah lama kecewa dengan performa IM3, jadi aku sudah tidak begitu peduli nomor2 aksesnya lagi. Bahkan *388# untuk melihat sisa pulsa pun dalam dua bulan ini baru kugunakan sekali. Sebenarnya dari HP SE K750i punyaku, nomor akses *123*1*2*4*xxx# atau sejenisnya tidak bisa diakses langsung dari halaman inbox, namun karena penasaran,langsung kucoba di mode stand by.

Hasilnya?

Poin Plus2 (bukan pijat plus2) indosat memang ngetren sewaktu aku kuliah dulu, pulsa dari penukaran poin plus2 terasa begitu berharga hehehe. Walaupun sekarang sudah tidak mikir itu dan Alhamdulillah pulsa tidak pernah kering, namun aku tetep kesal. Bukan kesal kehilangan poin, tapi cuma semakin kesal sama indosat yang terlalu banyak program, sehingga memungkinkan adanya social hacking seperti ini. (halah Kim, bilang aja kesel karena bego, bisa2nya dikibulin sama sms ginian)

Sms penipuan hardcore seperti minta transfer uang ke bank tertentu atau minta nomor voucher pulsa gesek mungkin sudah tidak manjur lagi karena penipuan ini memerlukan korban yang betul2 "lugu" (gue gak lugu!!!). Penggunaan syntax TP (transfer pulsa) juga terlalu mencolok. Kalau ini memang seperti tidak terlalu mengundang kecurigaan. Apalagi menyaru sebagai teman lama. Jadi ingat Kevin Mitnick nih.

Terus kalo kesel kamu ngapain Kim? Lapor 300? lapor 100? Lapor galeri indosat? ah, kepanjangan. Temenku minta tolong untuk memblacklist nomor yang meneror dia aja indosat bilang suruh seting blacklist number di hapenya dewe.Ada sih, portal untuk pengaduan, tapi kan tetep aja lama.

Nah, mumpung belum jam 12 siang, masih ada kesempatan 100sms seharga RP.0,1/sms. Maksud hati sih pengen nge-DoS hapenya dia, dengan mengirim reply

Eh, penipunya malah balas

Wah, berarti dia juga mengirim sms tipuannya itu juga menggunakan komputer. Dan kalau melihat logatnya, orang ini juga masih orang dekat2 Surabaya kampung. Oya, ketika kubalas lagi smsnya, dia masih respon juga. Lucu sms yang ini...

Hehehe, berharap poin hasil tipuannya jadi halal. Melihat kalimat yang dipakai, orang2 ini bukan tipe orang coba2 atau iseng. Atau pula orang2 counter isi ulang pulsa yang kurang gajian. Mereka sepertinya sudah meriset kemungkinan penipuan sosial ini.

Haaaah, Indosat? capek deeh...

Read More......

Opera Kurang Optimal Menjelajahi Picasa

klik untuk memperbesar gambar

Mendapat bisikan dari teman2 bahwa opera cukup ringan untuk membuka facebook jika dibandingkan firefox, aku mulai mencoba menggunakannya hari ini.

Yah, kalau masalah kecepatan sepertinya kok tidak ada perubahan signifikan (pake perasaan aja sih), tapi justru ada sedikit yang mengganggu, entah mengapa picasa merasa kurang optimal jika dibuka menggunakan opera, padahal settingku sih tidak ada yang bersangkut paut dengan perubahan setting java, img loading atau apapun itu yang keren2.

Akhirnya dengan sedikit kecewa, balik lagi pake firefox deh. Firefox oye! (kata pak Manteb)

Read More......

Sungai di Sekargadung


Sore ini aku menuju desa Sekargadung, Pungging untuk mengambil laporan belanja peserta PKH yang belum selesai dibuat waktu pemutakhiran data di Balai desa Sekargadung Minggu lalu.
Melewati sungai dekat Balai desa, aku tertarik untuk berhenti di atas jembatan dan mengambil gambar. Sungai itu cukup deras mengingat baru saja hujan lebat di sini. namun yang cukup menggelitik adalah bahwa air sungai itu cukup pekat, seakan membawa berton-ton tanah dari pegunungan di atas sana. Padahal kalau tidak sedang hujan, airnya sangat minim dan jernih.

Mungkin benar kata pak Paino, guru IPA-ku di Madrasah dulu. Pegunungan kini tidak mampu lagi menjadi penampung air hujan. Ketika hujan turun, air langsung turun ke dataran rendah. Pas kemarau, gunung udah tidak punya cadangan air lagi.

Udah ah, lagi kehabisan kata2, langsung aja reportasenya hehehe

Read More......

Pilih Pilih Bisnis Internet

Pertama-tama saya mohon maaf, tujuan penulisan kali ini bukan untuk menakut-nakuti orang2 yang mau mencoba bisnis di internet. Hanya saja perlu kehati-hatian dalam memilih bisnis internet yang tepat supaya kita tidak kecewa di belakang hari.

Coba perhatikan ilustrasi tentang bisnis internet berikut ini.

klik untuk memperbesar gambar

Perhatikan alamat blog yang dilingkari.

Dan yang diperoleh adalah...

Satu lagi contoh web yang dipajang disini
klik untuk memperbesar gambar

dan yang ditampilkan adalah situs portal

Kalau kita berpikir Khusnudzon, yah, anggaplah bahwa situs ini sudah lama ditinggalkan karena sudah punya situs yang lebih bagus. Namun, masih saja menyisakan keraguan dan keterlaluan banget. Masak bisnis yang menghasilkan uang dari pelatihan membuat website, webnya palsu semua.

Tapi walaupun kenyataannya seperti ini, Anda ikutan bisnis ini dengan tekun juga pasti berhasil kok, kan ga semua orang cek alamat situsnya terlebih dahulu. Mudah2an menjadi second opinion untuk memulai bisnis internet.

Read More......

N3200 vs K750

Tidak fair membandingkan dua produk yang berbeda dengan parameter yang sama

Tapi itulah yang sedang kubahas. Bukan dari segi teknis, tapi segi kenyamanan dan selera yang masih fair untuk dibandingkan. Kenapa aku membandingkan dua HP ini? Yah, ini lah hape yang kumiliki, inget cerita ini gak?

Oke kita mulai reviewnya. Aku sebenarnya bukan tipe kolektor HP. Tapi aku kurang sreg jual HP untuk membeli HP yang lebih bagus. Kalo saja HP motorola-ku ga rusak, pasti ga bakal ganti HP deh. Kalo aja 3200-ku ini bisa dipake foto yang bagus, ya ga beli lagi kayaknya (halah, bilang aja ga punya duit, jaim banget seh)

3 tahun lebih memakai 3200, rasanya puas banget. Telp, sms, MMS, email, browsing, gonta-ganti game tiap hari, YM-an, Mig33, Mxit, dengerin Gigi Show EBS FM tiap hari, rekam dosen ngomel, sampai nyenterin muka adik kelas pas ospek di Cuban Talun juga pake 3200 ini. Pokoknya maknyuss (makanan kalee)
Sampai pada hari itu (20 Maret 2009) aku memutuskan untuk beli K750 demi foto2 di Jakarta hehe..
Sebenarnya semua yang bisa dilakukan 3200 bisa dilakukan juga oleh k750 dengan lebih bagus, tapi faktor kenyamanan belum tentu HP yang hi-end bisa mengalahkan HP lo-end. Ini kira2 yang bisa diperbandingkan dari HP-ku sebelumnya dengan HP-ku yang sekarang.

Fonbuk. Kalo masalah fitur sih sama aja, kapasitas sekian dengan sekian field (home, mobile, work, foto id, dll) tapi dalam penggunaan memori, K750 kunyatakan kalah nyaman. Bayangin aja, betapa rewelnya K750 ketika penyimpanan nomor kontak adalah kartu SIM, waktu sms/telp, memori hp tidak bisa diakses.
Tidak seperti 3200 yang memori SIM maupun phone bisa diakses bersamaan, dalam list-nya hanya dibedakan ikonnya. Menyalin nomor dari SIM ke phone maupun sebaliknya juga agak ribet untuk K750, harus mark dulu.

Sms. Texting K750 masih kalah sama 3200, fitur T9 inputnya masih kurang sempurna. Kalau 3200 fitur dictionary yang memudahkan kita bila ingin sms tanpa disingkat. Contohnya, jika Dictionary Indonesia terpilih, untuk mengetik "mobil" hanya perlu menekan "66245".
Smiley emang uda bentuk ikon yang bagus dan bisa muncul di HP yang kompatibel, misal sesama SE atau siemens, tapi aksesnya masih bertele2. 3220 cukup dengan menekan tombol asterisk (*) dua kali sudah tersuguh smiley, K750 harus melalui menu insert symbol dulu.

Yang paling mengecewakan dari K750 adalah ketidakmampuan untuk menyisipkan nomor dari fonbuk untuk dikirim lewat sms melalui jendela sms. Misal kita di-sms teman, "eh tolong sms-in no si Anu plus alamat imelnya dong", K750 ga bisa. Yang bisa dilakukan untuk mengirim nomor dari fonbuk adalah membuka menu fonbuk dulu, baru send contact via sms. Itupun ga bisa diedit dulu, kalo mau kirim alamat imel juga harus lewat sms yang berbeda. Sungguh pemborosan sms bagi rakyat kecil (rakyat kecil yang mampu beli K750)

Bersambung

Read More......

Gadget Maksa


Tanggal 21 kemarin aku ada undangan dinas ke Jakarta, sama temen2 tentunya. Nah, pikianku, ke sana kan eman kalo ga ada kenang-kenangan foto2 gitu kek. Secara ga mesti setahun sekali bisa ke Jakarta. Mau pinjem kamera si Oom kok boros batere banget ya., belum lagi mutunya kurang bagus menurutku, masak habis jepret harus diem dulu 3 detik, kalo ga mau tunggu pasti hasilnya kabur deh.

Opsi kedua, aku beli kamera dewe. Opsi ini yang kuambil, yah walaupun sejatinya bukan kamera beneran. Aku nekad berburu gadget yang menjadi idamanku sejak jaman Gajah Mada belum khitan (???)

Ya, Sony Ericsson (SE) K750i. Ntah kenapa yah, aku masih belum bisa berpaling dari hp ini, walopun banyak banget saingan dengan harga dan fitur yang bersaing ketat baik dari Nokia maupun SE sendiri.
Tak bela-belain panas2 kamis siang (20 Maret 2009) berangkat ke WTC surabaya cari HP ini, padahal besoknya (21 Maret 2009) pagi2 harus uda kumpul di kantor. Aku bahkan belum nge-pack baju2 bakal dibawa minggat ke Jakarta.

Kata temenku, sekali beli barang bekas, pasti ketagihan. Bener juga, aku kok ga peduli kalo K750 uda diskontinyu. pokoknya harus k750. Apa sih yang bikin aku kesengsem hp ini?
Pertama, yang jelas konvergensi adalah prioritas buatku. Ke-all-in-one-an deh. Bayangin aja fiturnya, aku gak sebutin yang ga jelas2 ya.

  1. Kamera 2mp+led flash, biasa sih, masih ada k800 yang 3.2mp, tapi flash-nya xenon
  2. mp3 player+memori eksternal, biasa juga, syarat mutlak hp all-in one
  3. radio, nah, hp hi-end pun kadang ga punya fitur ini.
  4. bluetooth+infrared, hayo, berani taruhan deh, hp nokia yang kelas kamera 2mp ke atas jarang banget kan yang punya infrared? si k750 ni lumayan merakyat loh, dia masih mau tukeran file sama hp low-end yang cuma punya infrared.
  5. dan oya, flash-nya bisa buat senter, k800 ga bisa saingin. Penting banget ga sih tu senter? Hehe, aku kan kadang2 jadi teknisi juga, jadi perlu banget yang namanya senter. dulu beli Nokia 3200 aja karena kepincut senternya kok.
Kenapa gak milih seri W? W700, W800 kan juga fitur sama persis toh? Kalo yang ini masalah selera. Camera front-nya masih keren K750 menurutku. Dan beberapa seri W kan belum autofokus, termasuk W700 ini (walaupun K750 ini autofokusnya ga mau dimatikan)


Tombol Shortcut-nya juga lebih bermanfaat K750 yang bisa berfungsi sebagai "task manager" selagi main game atau aplikasi yang mau hang.

Dan gimana hasil fotonya? lumayan bagus lah untuk ukuran HP, apalagi aku cukup pesimis liat hasil kamera Nokia (maksudnya yang harganya sekelas ini heheh). Foto2 hasil jepretan HP ini bisa diliat di sini. Tapi sayang banget ternyata memori bawaannya kecil, cuma 64MB yang cuma cukup kira2 100 foto resolusi 2mp tanpa pake video tuh. dipake video malah cepet habis. Makanya ke Jakarta terpaksa bawa laptop yang cukup udzur untuk dibawa kerja lapangan, ya, Portege 7010CT jadul itu sengaja kubawa untuk backup foto+video kalo memori HP penuh. Tapi untungnya si Portege itu malah jadi hiburan yang cukup menyenangkan, dipake liat2 foto sama temen2 kamar sebelah.

Nokia All-in-one apa yah yang seharga K750? Kayaknya 3110 klasik deh. Tapi kurang senter aja menurutku (ampun deh, senter lagi). Sempet tertarik sama tombol navigasinya yang ga rewel kayak joystick K750 ini. Untung aja K750 menunya mau diakses lewat numeric keypad

Sekian dulu deh untuk Gadget yang maksa ini. Moga2 aja semua aman2 aja sampai aku punya dana lagi untuk beli gadget yang lebih all-in-one (mau tv ta Pak??)

Read More......

Playboy Printer (2)

Tanggapan dari komentar posting playboy printer

knlin w ridho w mw nanya nich!
w pnya epson c90..
trus print w tu gx kebaca tinta nya?
trus kt orang yang jual nya ntu chip ny yg rusak.
trus kt orang itu print nya pas dites pake infus bs..
karena w lum ada duit jadi w lum bs infus..

setelah 2 bulan tu print w infus ditempat w beli..

tp setelah di infus ternyata gax bisa ngeprint ...
alsananya kena headnya...

dan setelah tu orang gx bs ngebenerin n w bw ktmpt knlanan w yang bisa benrin print..
ktnya infusan nya gx benar cz gx ada tempat pembuangan..
trus kena mainboard ny..
mainboardnya 150 rb hrganya..
tp di daerah w di lampung lg abis stoknya...
jd tu print diblikin lg...

karena w msh gx percaya cz 1 ngomong head yang 1 ini mainboard nya jd w bw lagi ketmpat servis knlan tmn w..
tw gx tukang servis tu bilang chip nya angus..
n dia blang kgk ada jualan nya n jadi bangkai...

jadi yang mn benar dari ketiga itu?
mainboard,head atau chipnya yg rusak atau penyebab lain??
n print w tu bs dibenerin kgk...

sorry seblumnya ud nulis sebnayak gni..bz w pusing gr2 tu print..
???
Pertama, i'm sorry to hear that. Tapi aku juga pernah membuang printer jenis itu hehhehe...

Chip pada Cartridge non-original

Kedua, tanggapan orang pertama ada benarnya walaupun dia memberikan solusi yang menguntungkan dirinya (nah). Chip pada cartridge tinta (dalam hal ini Epson) memang didesain untuk menghitung pemakaian tinta atau lebih tepatnya lifecycle cartridge. Dia akan mogok kerja dan unjuk rasa dengan menyalakan lampu kuning kedip2 jika lifecycle-nya tercapai. Jadi, kalau teknisi pertama memberikan solusi untuk menggantinya dengan cartridge yang sepaket dengan infus, hal itu memang bisa membuat printer bekerja kembali karena menggunakan chip baru.
Resetter Chip Epson

Kalau fisik chip masih bagus, bisa diusahakan untuk menggunakan resetter fisik khusus untuk epson. Biasanya manjur. Terakhir beli masih Rp.20rb, ntah sekarang. Nah, kalau pakai infus, ada yang pake chip autoreset, ada yang manual reset (istilahnya combo chip) ada yang autoreset abal2. Kebetulan aku dulu pake yang abal2 (ga tahu, dapetnya gitu).
Maksudnya gini, kalo autoreset, chip itu akan senantiasa memberitahukan pada printer kalau statusnya selalu available (tinta masih cukup)

Chip Combo (ada push button di ujung chip)

Kalau yang manual reset tuh ada tombol untuk diskonek sementara chip, teknisnya sih biar printer seakan2 dikasih chip baru padahal cuma diskonek sementara.
Kalau yang abal2 tuh tetep bisa naik lagi indikator tintanya tapi pas tengah2 cetak tinta habis, printer tetap aja mandeg, hasil cetak yang udah separuh jalan atau bahkan 90% jalan ya terpaksa dibuang...

Ketiga, setelah diinfus malah ga bisa print, katanya kena headnya. Tergantung!, pagi hari sebelum dibawa ke tukang infus tu masih bisa ga? kalo masih bisa, tapi kata tukan infusnya mendadak headnya yang kena, berarti salah teknisinya kan? Lagian kan tidak semudah itu head jadi rusak.

Keempat, teknisi kenalan mas Ridho ini bilang bukan headnya yang mati, boardnya. Kesimpulan itu didasarkan pada keyataan bahwa printer C90 itu diinfus tanpa fasilitas tabung pembuangan tinta. Analisa saya : Sudah menjadi pengtahuan umum bahwa printer epson terkenal boros tinta untuk keperluan cleaning head, entah itu sewaktu maintenance serius atau sekedar waktu kali pertama menyalakan printer. Karena boros, maka disediakan tabung penampung tinta pembuangan mengingat infus berkapasitas rata2 100ml. Inilah yang dijadikan alasan teknisi kenalan mas Ridho

Hal itu benar adanya, tetapi bahkan kalau menggunakan tempat penampungan tinta internal (internal waste inktank) pun, banjirnya sangat sedikit kemungkinannya untuk mengenai board printer yang mengakibatkan board konslet. Kurang masuk akal jika epson tidak memperhatikan kemungkinan akan ke mana luberan tinta berlebih itu. Epson memang memaksa pengguna printernya untuk sering2 mengganti cartridge, tapi tidak untuk mesin printenya.

Keempat, Timing-nya juga perlu diperhatikan. Setelah dari tukang infus kan printernya masih belum bisa ngeprint. Jadi printer belum menyedot tinta dari tabung infus terlalu banyak. Paling2 cleaning waktu menghidupkan printer saja, tak banyak kok yang disedot, belum cukup untuk membanjiri board printer. Pengalamanku, menggunakan tinta 4 x 100ml itu akan menghasilkan sekitar 60-75ml tinta yang terbuang, itupun telah digunakan untuk mencetak ratusan lembar dokumen. Kecuali di situ memang ada kesalahan fatal dalam pemasangan selang pembuangan yang kemudian menghadap board, bukan spon penampung, kalau gitu mah pasti konslet.

Kelima, Teknisi ketiga mengatakan chip-nya hangus. Pertanyaannya, chip yang mana yang dimaksud? Apakah chip cartridge? Kalau kesimpulan teknisi ketiga cuma masalah chip, harusnya bisa diganti dengan mudah. Kalau yang dimaksud Chip adalah salah satu IC board, sebaiknya mas Ridho jangan kembali ke teknisi itu, menyebut IC aja keliru Chip. Kalau solusinya printer itu harus jadi bangkai (asumsi chip=chip cartridge), teknisi itu malah merugikan Anda, masak chip cartridge yang rusak, Anda harus membuang keseluruhan printerya?

Lha terus solusinya apa? Anda telah mengalami berbagai rintangan dan ujian, namun tanpa melihat printernya dengan mata kepala sendiri, saya juga tak mampu memberikan ulasan lebih jauh dalam usaha memperbaiki printer tersebut. Anda juga dapat mengetahui dari blog ini kalau solusi yang saya ambil dalam kasus saya sendiri adalah dengan membeli printer baru, IP1880 yang mana mungkin solusi itu kurang cocok dengan mas Ridho.

Read More......

Pelanggan = Peidgan

Kemarin aku menemukan halaman pada google yang sedikit salah. Mungkin kesalahan ini tidak akan lama mengingat repuasi Google. Kesalahan ini cuma sederhana, tapi cukup menarik perhatian karena situs sebesar google juga masih ada salah syntax, manusia gitu loh.

Ni skrinsutnya.

Klik biar bisa liat utuh mas...

Kesalahannya pada Google Apps yang menuliskan kata "Pelanggan" menjadi "Peidgan" ketika aku menggunakan antarmuka bahasa Indonesia. Mungkin yang terjadi adalah sintaks "lang=id" (language=bahasa indonesia). Kata "langsung" juga terpengaruh menjadi "idsung".

Read More......

Ga Jadi Stres Deh

Ketawa atau marah, mau malu atau benahin blog, jadi bingung baca ini. Soalnya kutipan ini gue banget.

satu lagi (aku uda minta ijin yang punya komik walo belum di jawab heheh)
Gue banget juga tuh, kopi pastenya maksudnya Hehehe. sekarang mulai coba blogging ngawur, sengawur hatiku yang nyut-nyutan dan moody abis

Read More......

Mohon Maaf kalo posting kali ini salin-tempel:-), soalnya saya betul2 tertarik dengan konsep apapun yang berkaitan dengan kewirausahaan.

[ Minggu, 01 Maret 2009 ]
Gaya Ir Ciputra Menularkan Spirit Entrepreneurship (1)
Kejar Singapura, Kirim Dosen ke Kansas City

Ada yang melihat namun tidak berpikir. Ada yang berpikir namun tidak mengerti. Ada yang mengerti namun tidak berkesan. Ada yang berkesan namun tidak beraksi. Ada yang beraksi namun tidak berentrepreneur. Ada yang berentrepreneur namun tidak berhasil. Entrepreneur sejati gagal 10 kali namun bangkit 11 kali.

DON KARDONO, Jakarta

Itulah mutiara kata dari Ir Ciputra. Legenda properti Indonesia yang 24 Agustus 2009 nanti genap berusia 78 tahun. Opung sembilan cucu dari empat anaknya itu sedang getol berkampanye. Bukan untuk mengejar jabatan RI 1 tentu. Bukan pula untuk mengincar kursi gubernur DKI di pilgub mendatang. Tetapi, untuk menyebarkan virus bernama kewirausahaan, yang acap diistilahkan dengan jiwa entrepreneurship.

Spirit yang tidak bisa diajarkan hanya melalui mata kuliah. Juga tidak bisa dipelajari dari buku-buku kisah sukses berikut kiat-kiatnya. Ilmu ini sama dengan jurnalistik, hanya bisa ditularkan. Itu pun, tidak semua orang bisa menerimanya dengan maksimal, jika tidak menjiwai secara penuh.

Sudah lama Pak Ci -begitu sapaan akrabnya- gelisah dengan situasi sosial bangsa ini. Ada lingkaran setan: pengangguran-kemiskinan-bencana. Berawal dari pengangguran, yang akan bermuara ke kemiskinan, dan itu akan melahirkan begitu banyak bencana nasional. Bukan hal sulit untuk menemukan relasi antara kemiskinan dan terorisme, women trafficking, banjir, global warming, kriminalitas, dan hukum.

Setiap tahun perguruan tinggi menghasilkan 300.000 lebih sarjana. Namun, itu hanya menambah stres pemerintah, orang tua, dan sang sarjana itu sendiri. Daya serap lapangan kerja jauh di bawah supply dari mesin produksi perguruan tinggi. Seperti 2007, oversupply itu mencapai 740.000 lulusan, yang otomatis menjadi penganggur baru. Angka itu cenderung naik pesat dari waktu ke waktu. Dalam kurun enam bulan, dari Agustus 2006-Februari 2007 saja, penganggur strata satu naik 66.578 orang, atau 9,8 persen. Dalam setahun, bisa jadi 20 persen.

Pak Ci mengungkapkan kegalauan itu kepada INDOPOS (Jawa Pos Group) di kediamannya di Bukit Golf Utama Kav III PA, Pondok Indah, Jakarta. Saat itu, juga ada lima dosen Universitas Ciputra Entrepreneurship Center (UCEC) yang akan dikirim ke Kansas City Amerika Serikat.

Rintisan Ciputra itu tumbuh menjadi perusahaan properti swasta terbesar di Indonesia. Melalui bendera Jaya Group, Metropolitan Group, Ciputra Group membuktikan diri sebagai perusahaan raksasa yang paling eksis, dengan 14.000 karyawan lebih. Saat inilah dia merasa perlu membagi ilmu, untuk berlari bersama, mengejar ketertinggalan dengan negara lain. "Saya sudah 77 tahun. Mungkin Tuhan kirim saya untuk membangun dunia pendidikan dan diisi mental entrepreneur di negeri ini. Karena itu, saya ingin menjadi Yusuf, melalui CSR (corporate social responsibility)," akunya.

Pak Ci tidak sedang pameran. Apalagi, memamerkan kesuksesannya untuk sekadar cerita. Pria berkacamata yang sangat santun ini ingin mengawali cerita kewirausahaan hingga sukses menjadi salah satu konglomerat ternama saat ini. Itu semua tidak datang secara tiba-tiba. Tidak seperti mendapat durian runtuh, tetapi melalui jalan panjang, berliku, penuh onak dan duri. Banyak tantangan, problematika, sejarah pahit, dan kisah-kisah heroik yang dipaparkan di hadapan calon-calon guru wirausaha itu. "Semua itu jawabannya adalah spirit entrepreneurship! Dengan wirausaha, Anda dapat mengubah masa depan Anda dan bangsa Anda!" tuturnya.

Dia merasa iri dengan Singapura. Negeri kecil itu sejak 50 tahun lalu, luas wilayahnya sama dengan sekarang ini. Tetapi, income per kapita, kualitas hidup warga, dan pengaruhnya di dunia perdagangan dunia jauh lebih besar daripada Indonesia. Dulu, mengawalinya, jika dipotret, sama dengan Jakarta. Punya problem transportasi, problem sekolah, dll. "Tetapi, dengan entrepreneurship, mereka bisa jauh lebih maju dari kita? Padahal, sumber daya alam kita luar biasa. Kita punya segalanya. Singapura nggak ada apa-apanya." ujarnya

Lima dosen muda yang akan disekolahkan ke AS itu adalah Trianggoro Wiradinata ST MEngSc, Astrid Kusumowidagdo ST, MM, Johan Hasan Skom, MFils, dan Lenny Gunawan MBus (acc). Mereka dari Universitas Ciputra. Mereka berasal dari Departemen Informasi & Teknologi, Desain Interior, Bisnis dan Entrepreneurship & Etika. Satu lagi dari Universitas Tarumanagara Jakarta, Dr Chairy, dari Departemen Pengembangan Entrepreneurship.(bersambung)

Read More......

Tidak Usah Ikut Tong Sam Chong

Kenapa tiba2 menulis tentang Tong Sam Chong? Ngefans? Or malah sebel? Oke, ada beberapa hal yang membuat aku menulis posting kali ini.

Sore ini aku dengar lagi berita sore tentang devi yang dibius, dirampok, diperkosa, tidak terurus, masuk RS susah, akhirnya mati deh. Malang benar nasib itu orang. Ngrampok ya ngrampok aja, ga usah pake bius segala, iya kalo biusnya bener, dibius formalin atau silikon kan susah (kalo silikon, jadi tambah gede kali). Oke, next...
Kenapa ya, sifat tolong menolong kita ini sudah sedemikian berkurang?

Aku kok merasa bahwa adat ketimuran kita sudah mendekati ambang batas mau habis kayaknya. Suatu budaya yang dulu pernah dibanggakan, bahwa orang indonesia adalah orang yang terkenal akan sifatnya yang ramah tamah. Aku mendapatkan penjelasan itu dari guru IPS sewaktu aku masih sekolah dasar, yang sampai sekarang masih kuingat betul perkataannya. Suatu budaya yang berkembang menjadi slogan nasional "Gotong Royong" yang menurut Bung Karno, merupakan perasan tunggal dari Pancasila.

Coba aku lihat dari beberapa sudut pandang orang lain tentang mengapa sifat bangsa kita mulai bergeser.

Pertama, alasan bahwa kita "belajar dari kesalahan sejarah". Banyak pemikiran bahwa kita dijajah bangsa lain dengan mudah adalah karena sifat ramah tamah bangsa kita. Kita berdagang dengan belanda (jaman dulu lo), didzolimi tapi masih tetap tersenyum (Padi:-) dan akhirnya dijajah deh. Dengan alasan itu orang berargumen kalau kita harus sedikit paranoid, tidak melulu ramah kepada setiap orang.

Kedua, menyalahkan kemiskinan (negeri) kita. "kita ni uda miskin, ngurus diri sendiri aja susah, ngapain ngurus orang lain?".

Ketiga, capek dibohongi (kalau tidak mau menggunakan istilah kerennya, krisis kepercayaan). Okelah, kalau kita dijajah Belanda. Mereka tuh orang jauh, bukan apa2 kita, dudu sanak dudu kadang kata orang jawa. Kalau mereka kejam terhadap kita ya masih masuk akal daripada yang kejam terhadap kita itu saudara kita sendiri.
Teman2 kita itu mungkin melihat, betapa para pejabat keluar masuk kejaksaan, menghadiri pengadilan yang tahu2 turun vonis 2 bulan untuk korupsi sekian milyard (sementara vonis "dimassa" untuk seekor ayam atau selembar daster jemuran).
Betapa kita melihat mereka yang gambarnya kita coblos (April nanti kita contreng) seenaknya jajan ratusan juta rupiah untuk sesuatu yang kita sebagai pembayar pajak tidak merasakan manfaatnya.

Keempat, kesalahan penafsiran tentang globalisasi. Nah ini yang aku maksud dengan tidak usah ikut Tong Sam Chong. Biksu itu kan tujuannya mengambil kitab suci ke barat. Aku cuma mengambil istilah "ke barat"-nya saja dalam hal ini.
Okelah, globalisasi. Banyak yang memuji, tidak sedikit yang mencaci.

Kelima, "Kita tidak boleh ketinggalan informasi". Oke, informasi apa? Coba tanya apa yang ada dalam pikiran remaja tentang remaja di amerika sana. Kebanyakan pasti cuma tahu kalau di Amerika tuh yang namanya free**x itu lumrah. Bahwa orang2 di amerika bisa serumah, bahkan bisa memutuskan untuk mempunyai anak tanpa menikah. Apalagi ditambah sinetron indonesia yang kian tidak bermutu, mengajarkan bahwa setiap orang (anak) bisa mendapatkan segala apa yang dimau dengan cara apapun, termasuk memenjarakan saudara tiri demi warisan. Terlebih yang menjadi tokoh antagonis masih menggunakan seragam biru putih, merah putih malah kadang2.

Karena bergelut di bisnis informasi, aku merasa perlu meluruskan pendapat yang menganggap globalisasi di bidang informasi memberikan banyak andil negatif terhadap budaya bangsa kita. Sebenarnya ada banyak nilai positif di dalamnya.
Kita lihat dari sudut pandang produk globalisasi yang berupa film. Hollywood memang memberikan gambaran tentang ciuman dan "tidur" dengan vulgar, tetapi masalahnya hanya itu yang tertanam di benak pemirsa kita. Sisi lain dari film itu (pesan moral) justru gagal diserap. Bahkan moral yang bukan menjadi pesan moral utama pun tidak terbaca oleh kita.

Sudah lihat film Wall-E? Film itu menggambarkan bahwa bumi sudah sedemikian kotornya sehingga harus ditinggalkan untuk operasi pembersihan besar-besaran. Digambarkan juga sebuah karakter robot yang manusiawi, sangat manusiawi bahkan, jauh lebih manusiawi dari tokoh yang diperankan Nia Ramadani di sinetron Alyssa.
Sedikit tes untuk Anda, apa yang pertama kali Anda akan lakukan ketika seseorang tidak sengaja memukul kepala Anda? Kalau anda orang yang temperamen, mungkin Anda sudah membalasnya. Kalau Anda sedikit lebih sabar, mungkin Anda masih sempat untuk mengomelinya atau sekedar berteriak, "hei, matamu taruh mana?".

Tapi lihat apa yang Wall-E lakukan kali pertama ketika Eve tidak sengaja memukulnya sampai menabrak atap, bahkan sebelah matanya rusak. Wall-E tanpa banyak bicara langsung berlari menuju almari tempat dia menaruh mata cadangannya, segera memasangnya dan melaukan gerakan mata yang lucu untuk menunjukkan bahwa Wall-E tidak marah karena memang Eve tidak sengaja melakukan hal itu.

Contoh lain. Aku baru melihat film The Day The Earth Stood Still yang dibintangi Keanu Reeves. Dalam transportasinya ke bumi, Klaatu (Keanu Reeves) dibungkus dengan daging (dan akhirnya berbentuk) alien. Semua polisi dan tentara yang mengepungnya diminta untuk tidak menembak terlebih dahulu, menunggu reaksi dari si alien. Suasana senyap dan tegang ketika mendadak ada sebuah tembakan ketika Dr.Helen Benson mendekati alien itu. Si Alien roboh, dan tahukah Anda apa kata pertama yang terdengar?

"Medic!"(medis), kata pertama dari mulut Dr.Benson, "Hold fire!" (tahan tembakan), kata kedua dari seorang kapten polisi. Kalo terjadi di lapangan dekat rumahku, mungkin yang terdengar pertama adalah, "Dancuk, sopo sing nembak?" (sialan, siapa yang menembak).
Bisa dipahami kan perbedaannya.

Kalo ada anak kecil terantuk meja, pasti ibunya serta merta memukul mejanya serta berkata, "o, mejanya emang nakal kok", bukan menyuruh untuk lebih hati2. Inikah moral yang akan kita ajarkan kepada anak2 kita nanti?
Seharusnya, moral seperti Wall-E inilah yang harusnya kita serap dengan adanya informasi bejibun dari luar sana. Liat aja Trailernya, terlepas dari pengetahuan dan pemberitahuan media tentang amerika loh.

Aku jadi miris lihat foto di bawah ini. Gimana sih pendidikan (dari orang tua, guru maupun lingkungan) yang didapat anak itu? Aku pribadi, seandainya foto ini tak terlihat siswi-berseragam-merah-putih-berjari-tengah-teracung pun aku sudah tidak tega. Baiklah, berprasangka baik sajalah, anggap siswi itu tidak mengerti apa yang dimaksud dengan mengacungkan jari tengah. Tetap saja dia kurang ajar titik.
terus? udah! (loh, ga enak banget ending postingannya?)

Read More......

Blog Baru, Semangat Baru

Beberapa hari yang lalu aku membuat blog untuk urusan pekerjaanku, Program Keluarga Harapan. Aku sendiri jadi heran, mengapa akhirnya blogku yang awal malah ga terawat. Setelah ganti theme maggo untuk blogku dan green valley untuk blog PKH, aku jadi ngiri sendiri liat theme garden kok bagus ya. akhirnya kupake juga deh. biarin, walau punya 2 blog dengan theme yang sama kan gapapa.


Muter-muter cari theme yang bagus belum ada yang menarik hati. Jatuh cinta sama theme ala yahoo, eh, gagal dipasang. Kembali pake green valley aja deh.

Read More......

Partisi Hardisk yang Berlabel "Internet"

Sejak mempunyai koneksi internet unlimited dan kenal indowebster, harddisk jadi cepet penuh terisi dengan film2 donlotan. Oya, ada pertanyaan bagus yang berhubungan dengan kecepatan internet (ga nyambung dengan topik ni). Kalo kecepatan internet punya kamu cepet banget, taruhlah 5-10Mbps, 5-10 kali lipat kecepatan Speedy saat ini, hardisk kamu bakal cepet penuh apa malah awet kosong?

Jawaban spontan pasti bilang, ya cepet penuh lah. Secara banyak banget yang bisa didonlot dalam waktu yang tidak terlalu lama. Tapi pikir lagi deh, apa sih yang bikin hardisk kita cepet penuh?
Software, oke. MP3, pasti. Film, nah, ini betul2 menyita kapasitas. DVDrip yang widescreen aja masih sekitar 700MB minimal. Aku suka donlot yang tipe ini.

Misalnya film DVDrip 2 jam tu 800mb, per jamnya berarti 400MB, 6,5MB/menit, paling2 jatuhnya 150KBps. Dengan Kecepatan 5 kali lipat kecepatan speedy sekarang pasti kita bisa streaming tanpa lag. Kenapa harus susah2 donlot kalo dilihat online aja bisa, tul ga?

misal software, berapa MB sih yang mau dipake, search masih susah? ga juga, indowebster mudah tuh. Kita bisa menganggap kalo internet itu hanya salah satu partisi dari hardisk kita kok kalau kita punya akses kecepatan tinggi.

Read More......

Alasan Orang Membuat Virus


alasan orang bikin virus macam2
tingkatan tujuan atau motivasi ini dibuat dari yang paling hina ke yang paling mulia
1. merusak / dendam
2. komersial
3. advertising
4. sok pintar, narsis
5. iseng
6. tugas dari dosen :-)
7. keingintahuan akademis (dan brown banget istilahnya)
8. mempelajari cara berpikir pembuat virus

ada yang mau nambahin?

Read More......

My Grand Prize 2008

Ini adalah rekaman detik-detik undian jalan sehat Desa Bangun 18 Agustus 2008 dalam memeringati Dirgahayu Republik Indonesia yang ke 63. Lumayanlah dapat TV cina brand :-)
(gila lu, lu bilang lumayan. Tu grand prize-nya kalee). Hehe, berarti pelit ya panitianya (sorry...)



Wuih, kaos Unesa-nya keliatan rek. Aku sampai lupa tidak salaman dengan Pak Lurah saking sibuknya pose dan kasih tanda tangan fans (boong ah...)

Terima kasih kepada Mas Suwandi atas rekaman ini.

Read More......