Pagi-pagi hari ini, hari minggu, 6 orang anak seusia SMP-SMA naik motor ala anak muda, knalpot bronk, jok ceper, setir ditekuk, mampir ke warnet.
sepertinya mereka mau main keroyokan 6 orang satu bilik, tapi ketika tahu biliknya cukup sempit bahkan untuk 3 orang, akhirnya jadi dua bilik.
Pikiran jelekku, paling2 ni anak2 mau liat situs2 dewasa, tapi aku santai saja, ga bakalan bisa deh, akses gituan di warnet ini.
tapi karena penasaran, tak intip lewat netop. Dan pemirsa, apa yang mereka lakukan di warnet kita tercinta?

Klien 8 main Ms.Paint, hwa ahahahahah...
Read More......
Apalagi, kalau market leader-nya tidak bertanggung jawab atas masa depan koran itu sendiri. Misalnya, membanting harga habis-habisan, berharap bisa mendongkrak omzet sesaat. Padahal, di bisnis model apa pun, banting harga itu selalu bersifat short term, berbahaya untuk masa depan.
Ketika market leader membanting harga, dia bukan hanya menggali lubang untuk diri sendiri. Dia juga menggali lubang untuk industrinya. Wong pedagang kaki lima saja sekarang tidak perang harga kok!
Itulah secuil kutipan dari Azrul Ananda, redaktur Jawapos dalam kolomnya hari Rabu, 1 Juli 2009. Senyum kecut langsung kulemparkan ketika membacanya.
Yah, pengalaman pribadi dalam mengelola warnet sedikit banyak miriplah dengan kenyataan itu. Bulan lalu ada Warnet baru dalam radius 1 Km, bukan masalah sih, rejeki udah ada yang atur, kata orang tua kita begitu.
Namun Ketika melihat bahwa dia pasang tarif perjamnya hanya 65% dari tarif warnetku, sontak warnetku sepi. Dalam masa booming warnet seperti tahun ini (di daerahku) isu harga sangat mempengaruhi antusiasme pelanggan. Sejauh ini aku masih menganggap bahwa tarif yang kuterapkan merupakan titik jenuh dari tarif yang berlaku umum di dunia bisnis layanan dunia maya ini.
Akankah perhitunganku salah, misalnya ternyata titik jenuh tarif warnet sebenarnya masih di bawah tarifku. Atau aku harus tersenyum sinis saja dan melihat dari jauh ketika perhitunganku benar (dan kutipan Azrul Ananda tadi benar)
Sejauh ini sih, warnetku masih bertahan, aku masih berusaha meningkatkan layanan warnet ini. Mulai dari optimalisasi Proxy Cache Server, Pelayanan dari Operator yang ramah dan bisa mengakomodasi hampir semua kebutuhan pelanggan, sampai dengan memberikan kejutan-kejutan kecil terhadap pelanggan setia dengan pemberian voucher layanan misalnya.
Yah, semoga bisnis ini masih akan terus bertahan, kalaupun harus berubah mengikuti zaman, ya berubahlah,
wong segalanya juga akan selalu berubah. Bravo perubahan!!
(btw, setelah alpha itu bravo apa beta yah?)
Read More......

Entah kenapa yah, komputerku kok sering restart, firefoxnya aja yang restart uda puluhan kali. Lha akhir2 ini malah komputernya yang restart. Ni kan komputer operator, repot donk.
Kucoba donlot firefox terbaru, 3.5.1 dan mmm, aroma opera keliatan deh...

Lihat lingkaran merah, Opera banget kan? Secara default, sebelum firefox versi ini (sebelumnya aku pake 3.1.8) tidak dimunculkan ikon newtab (lingkaran biru). Ikon newtab yang ada di toolbar pada ilustrasi di atas karena aku installnya upgrade dari Firefox 3.1.8 yang ikon newtabnya kumunculkan sendiri.
Yah, akhirnya, moga2 tidak suka crash lagi yah...
Read More......

klik untuk memperbesar gambar
Waduh, kenapa yah hari ini
warnetforum down? apa belum perpanjang hosting? Apa malah tutup?
Ya sayang banget lah kalo sampe tutup. Aku belajar banyak banget masalah warnet dari forum itu, sampe sekarang. Moga2 segera up lagi deh forumnya...
Read More......
Pagi ini aku pulang dari piket di kantor, ayah buru-buru bilang supaya aku blok situs-situs porno di warnetku karena beliau dengar berita Jatim pagi ini tentang razia warnet yang bukan hanya merazia pemakaian software bajakan, tapi juga dengan alasan penyebaran pornografi dan bahkan terorisme. Selama ini sih aku udah blok pake OpenDNS yang cukup manjur untuk mengeblok situs porno internasional, walaupun kadang ada melesetnya.
Dalam suatu razia, biasanya polisi kalau menemukan pelanggaran apapun langsung main angkut komputer. Rata-rata pengusaha warnet bermodal kecil (Kurang dari Rp.50 Juta) bahkan modal utang juga. Mereka langsung saja ketakutan mendengar ancaman pidana kurungan atau denda puluhan juta rupiah, sehingga menurut saja ketika diminta uang damai yang berkisar antara Rp.15-50 juta (sumber Tempointeraktif)
Menilik alasan polisi menggunakan dalih pemberantasan pornografi, sebenarnya alasan ini sama saja mengatakan bahwa negara tidak mampu membendung situs-situs pornografi dari internet. Bayangkan saja, jika menutup situs porno adalah semudah menggunakan OpenDNS atau menggunakan software yang telah disediakan Depkominfo untuk di-download, mengapa negara menyerahkan tugas ini kepada warnet yang terhitung merupakan pengusaha kecil. Okelah, mungkin ini tanggung jawab warnet, terus apa reward-nya jika warnet ketahuan di dalamnya ada pelanggan yang mengakses situs porno, warnet tersebut mendapat punishment?.
Kita masih ingat bukan ketika youtube tidak dapat diakses karena kasus film fitna. Nah, ternyata bisa kan negara kita mengeblok situs tertentu. Kalau memang sudah disepakati kalau pornografi itu dilarang, pornografi itu melanggar hukum, pornografi itu haram, pornografi itu merusak, mengapa tidak di blok secara terpusat saja? Analisis awam saya adalah dalam hal-hal tertentu, pornografi dianalogikan dengan rokok. Rokok merusak, rokok merugikan, rokok ini itu, tapi tetap saja beredar karena negara mempunyai kepentingan dalam keberadaan rokok. Apakah senada dengan pornografi? Apakah negara mempunyai kepentingan sehingga memutuskan agar warnet kecil-kecil ini saja yang bertugas untuk menyaringnya?
Astaga, moga-moga bukan seperti itu kenyataannya. Mungkin kita tidak melihat alasan yang sebenarnya ada sehingga negara memutuskan untuk itu.
Asumsi penegak hukum adalah semua orang tahu hukum. Istilah ini lebih sering digunakan dari pada asas praduga tak bersalah. Kita yang salah karena tidak belajar yang mendalam mengenai hukum. Sebagian besar pengusaha warnet hanya mendalami ilmu teknik komputer, jaringan, listrik dan perangkat penyerta lainnya.
Memang solusi yang paling praktis dalam kasus ini adalah beralih menggunakan software bebas lisensi, entah itu opensource, freeware, GPL atau yang lain karena kita tidak bisa menggantungkan bisnis kita pada software legal. Software legal akan memaksa kita mengucurkan modal yang cukup besar dengan penghasilan yang tidak sebanding dengan pendapatan warnet. Sudah cukup banyak bukan keluhan tentang susahnya peserta MSRA Windows? dan juga tidak lupa untuk menggunakan teknik pengeblokan situs porno yang hebat karena negara telah menyerahkan urusan itu kepada kita walaupun disertai punishment tanpa reward.
Jangan mengeluh tentang rendahnya harga sewa perjam warnet dengan pembiayaan seperti itu. Mungkin dari awal seior kita menggunakan software ilegal sehingga mampu meraup untung besar dengan pendapatan kecil. Coba kalau dari awal sejarah kita menggunakan software legal, pasti mahal sekali tarif warnet hingga kini. Juga sebagai seruan kepada para pengusaha warnet yang dengan entengnya menarif dibawah Rp.3000/jam. Pengusaha itu sukses dengan bekerja sama, bukan dengan saling menjegal.
Yah, setelah berusaha keras, kita sekarang hanya bisa berbangga hati, menepuk dada seraya berkata (dlam hati), "kami, para pengusaha bidang internet, telah memikul tugas yang mulia, menyebarkan ilmu pengetahuan, turut mencerdaskan kehidupan bangsa, turut memerangi pengaruh buruk seperti halnya pornografi di negeri kami, walaupun kadang tak didukung oleh penegak hukum di negeri kami sendiri. Namun kami tetap tegar mengemban amanah ini demi tercapainya segala kebaikan keluarga dan negeri kami."
Read More......

Hehehe, bukan Playboy Kabel loh. Ini cerita tentang pengalamanku gonta-ganti printer baik untuk pibadi maupun golongan, eh, untuk warnet. Aku udah coba beberapa merek dari HP3535, hp3744, epson C90, sekarang canon IP1880.
Sekarang ulasannya, HP3535 & HP3744 sebenarnya bagus, irit, ketahanan fisik luar biasa, catridge kuat diisi ulang berkali2, aku bahkan punya mesinnya sampai tiga buah, yang satu dibeli Omku. Tapi sayang urusan sama kualitas cetak agak kurang kontinyu, maksudnya kadang bagus kadang jelek. karena tidak ada pompa penyedot tinta mungkin ya.. Trus karena ambil kertas dari bawah, kadang hasil print juga ga lurus. Apalagi kalau musim kemarau, roller penarik kertas kan kering, jadi susah sekali menarik kertas dengan lurus. Tapi di ruang2 penyidik di TV kulihat banyak yang memakai printer HP, biar sering2 turun anggaran beli lagi mungkin (maaf, maaf)
Epson C90 mutu bagus. fisik lemah. milikku yang rusak roda2 giginya. gampang aus dan akhirnya ga mau jalan. masalah utamaku ada pada monitoring tinta. ketika tinta dianggap habis oleh software epson, proses mencetak berhenti seketika, tidak ada toleransi. aku ya rugi besar waktu cetak foto full A4 tinggal sedikit tapi ga selesai. tidak direkomendasikan.
sekarang aku memakai canon IP1880. sejauh ini baik2 saja karena sekalian diinfus. keuntungannya dibanding epson adalah dia tidak mempermasalahkan monitoring tinta, jadi habis ga habis dia jalan terus. kerugiannya IP1880 adalah konsumsi tinta yang cukup boros, bukan pada waktu cleaning seperti pada epson, tapi waktu mencetak. hasil emang bagus dan pekat. kalau pengalaman Anda IP1700 waktu ngeprint narik kertas kencang2, sebenarnya bisa disetel silent mode (kayak HP aja) jadi dia sedikit mengurangi kecepatan cetak demi terciptanya lingkungan yang kondusif (duh)
nah, silakan pilih aja. aku ga rekomendasi merek apa itu yang printernya putih2, or di luar merek2 terkenal ini.
Read More......

Aku sedikit pusing ketika ternyata belum ada Aplikasi perkantoran yang sebagus ms.office. Warnetku menggunakan Kingsoft Office yang notabene trial. Aku menggunakannya dengan pertimbangan:
1. Kingsoft Office tampilannya sangat mirip dengan MS.Office 2003, sehingga pelanggan tidak terlalu melihat perbedaan antara keduanya
2. Jauh lebih ringan baik ketika instalasi maupun waktu digunakan, mengingat PC Klien hanya bertenaga P3-800
Aku sudah menggunakan dua versi dari Kingsoft Office, yang 2007 dan 2009. Masih banyak fitur yang belum sempurna. Fitur numbering pada versi 2007 yang trial 30 hari ini, pengaturan first indent dan hanging indent susah bukan main, karena dia tidak mau diatur secara manual. Ketiadaan Equation Editor kukira masih bisa ditoleransi karena tidak semua orang memerlukannya.
pada Kingsoft 2009 kedua fitur tersebut sudah diperbaiki, masa trialnya pun diperpanjang menjadi 100 hari. Tapi sayangnya, aku masih menemukan kekurangan yang cukup mencolok di Kingsoft Spreadsheets-nya. ketika aku mencetak form dengan layout landscape, hasil cetak masih berupa layout portrait. Duh, sampai pusing kuutak-utik masih belum bisa juga. Terpaksa pake you-know-what deh.
Read More......

Description
You can use HFS (HTTP File Server) to send and receive files.
It's different from classic file sharing because it uses web technology to be more compatible with today's Internet.
It also differs from classic web servers because
it's very easy to use and runs "right out-of-the box".
Access your remote files, over the network.
It has been successfully tested with Wine under Linux.
Kenapa judulnya File Server Jalan-Jalan, karena aplikasinya portabel, jadi kalo mau bawa file yang mau di-sharing dari rumah ke kantor, malas menyalin dari flasdisk, apalagi kalo dilarang sharing, seting sharing-nya di-disable, HFS adalah salah satu solusi bagi Kamu.
Aplikasinya bisa diunduh di
siniKalau aku kugunakan ketika sharing di warnetku sedang penuh-penuhnya. Aku kurang tahu sebenarya berapa default maksimum koneksi yang diperbolehkan untuk win XP. Or sebenarnya ada setingnya, tapi aku terlalu malas untuk mencari.

Cukup menjengkelkan kalau tiba-tiba muncul peringatan seperti itu kan?
Read More......
Fakta konyol di Warnet Hakim coba kusebut satu2 deh
1. PC operator adalah PC paling sibuk serumah. Dia jadi router, Print Server, Billing Server, File Server plus edotir eh editor...
2. Warnet Hakim tidak menggunakan router, baik dedicated router dengan alasan biaya maupun router pc dengan alasan hemat listrik (bloon banget si admin)
3. Ada 1 komputer klien dengan spek minim banget, tapi tersamarkan dengan casing yang seragam dan performa yang tidak terlalu berbeda mencolok dengan komputer lain (P3-450MHz, slot1)
4. Semua klien Harddisk maksimum 6Gb lol
6. Selama 2 bulan awal, PC operator menggunakan harddisk 4GB untuk C:\ (glodakk..) tapi sekarang si 4Gb sudah tiada :-(
7. Item konyol no.5 ga ada, ntar yang konyol2 lain tak posting kapan2
Read More......
Ada beberapa rencana yang miss dalam realisasi warnet hakim, ini mereka:
1. rencananya aku mau buat 10 klien. Aku uda beli 10 PC, ternyata ruangannya ga cukup
2. rencananya pake PC operator dengan spek P4-1,6, tapi sampai detik ini komputer itu masih belum bisa dipake dengan alasan sering bluskrin tanpa alasan yang jelas. Uda ku utik2 masih aja rewel, terpaksa pake P3-866 yang sedianya dipake klien
3. rencananya pake router P166 dengan coyote linux atau mikrotik tapi dengan pertimbangan utama pemborosan listrik (capek de) sampai sekarang box P166 masih jadi pajangan di meja operator
4. rencananya pake webcam buat masing2 klien, tapi ga jadi dengan pertimbangan jarang banget pelangganku yang perlu webcam
Read More......
The Operating Architecture of Warnet Hakim Revealed
*. 8 PC Klien @P3-800MHz, 256Mb RAM, 16Mb Vga
*. 1 PC Operator All in 1 @P3-866 overclocked to 975MHz, 384Mb Ram, 32MB nVidia VGA, 40Gb Seagate + 10Gb Maxtor HD, Lite-On CD-RW&CD-ROM
*. All New of these -> Treq 15" Monitor, optical Mouse, Keyboard, Headset, Komputer desk
*. Epson C90 printer (color) and HP Deskjet 3535 (black Only)
*. SMC Router 16Port, Sanex ADSL Modem (tahu kan, bawaan speedy gitu loh)
*. Gadmei ext TV tuner buat hiburan operator:-)
*. Enlight UPS 500Watt
*. 11 pcs Windows XP Home SP2 ORIGINAL, tulis gede2 tuh. Tu XP uda makan setengah bujet warnet.
*. Apa lagi ya? oya, kipas angin yang nangkring di tembok tuh, setia banget sama para pelanggan.
Sementara itu dulu, ini yang bener2 operasional, ntar kukasih yang konfigurasi rencana awal oke...
Read More......
Capeknya kerja dobel. Di luar sana jadi Pendamping PKH, di rumah mengurus anak eh, warnet. Loh, warnetnya sapa? ya warnet pribadi donk.
sebenarnya aku masih mikir2 buat nulis tentang warnetku di sini. Takut dikira somse':-)
Mau dibikin blog sendiri ntar malah repot, punya satu aja males nulis.
Awal bulan ini aku buat promo paket pelajar Rp.6000/3jam dari tarif reguler Rp.500/10menit. Eh, tiba2 ayah bilang, "sekalian ntar kalo warnetnya ulang tahun pake promo apa lagi gitu".
Aku baru inget kalo aku ga mikir kapan warnetku ultah hehehe, padahal baru beberapa bulan ni warnet beroperasi. Kulihat segel garansi hardware, purchase-nya tanggal 2 Juni 2008, tapi entah launching warnetnya kapan.
Ah, bingung2, mending dipatok langsung aja tanggal 1 Juli. Jadi sekarang masih 3 bulan lebih sedikit umur warnetku, yang kukasih nama Warnet Hakim...
Update 260409, sekarang warnet hakim sudah punya blog sendiri walau, yah, masih kosong isinya.
Read More......