Just Take What You Need, For Free...

Showing posts with label sejarah. Show all posts
Showing posts with label sejarah. Show all posts

My Grand Prize 2008

Ini adalah rekaman detik-detik undian jalan sehat Desa Bangun 18 Agustus 2008 dalam memeringati Dirgahayu Republik Indonesia yang ke 63. Lumayanlah dapat TV cina brand :-)
(gila lu, lu bilang lumayan. Tu grand prize-nya kalee). Hehe, berarti pelit ya panitianya (sorry...)



Wuih, kaos Unesa-nya keliatan rek. Aku sampai lupa tidak salaman dengan Pak Lurah saking sibuknya pose dan kasih tanda tangan fans (boong ah...)

Terima kasih kepada Mas Suwandi atas rekaman ini.

Read More......

Sejarah Handphone(ku)


"Kalo HP yang dulu ga rusak, pasti ga beli lagi.", ibuku saja sampai melontarkan pendapat seperti itu. Yah, memang sih, aku tidak terlalu bisa menyisihkan uang untuk membeli sesuatu yang aku inginkan. Apalagi kalau bukan masalah finansial. HP pertamaku adalah HP yang tidak terkenal di kalangan teman2ku. Motorola E360. Aku mendapatkannya sewaktu masih semester 2 dari temanku yang dulu masih belum bisa berbahasa jawa dengan baik dan tidak bisa makan rambutan tanpa melukai bijinya (teman yang aneh) dengan harga Rp.610rb. Dengan kebaikannya juga aku boleh membayarnya Rp.560rb dulu dengan alasan untuk membeli kartu perdana dulu.



Aku juga menggunakan IM3 yang ketika itu casing perdananya masih kotak plastik yang setebal 1Cm, buku manual tebal, harga yang tertera adalah "Rp.50.000, bonus pulsa Rp.15.000", yang berarti fisik kartu masih berharga Rp.35.000. IM3 juga masih suka pindah-pindah jaringan dengan sendirinya dari "IM3" yang sinyalnya satu sampai dua bar ke jaringan "sat-c" yang selalu sinyal penuh.

Kata teman-teman kampus, HP-ku adalah pasangan yang betul-betul buruk. Ya, buruk, kombinasi motorola dengan kartu IM3. Dari sekitar 70 orang mahasiswa teknik elektro seangkatanku yang menggunakan kartu IM3 hanya ada dua orang. Temanku yang menggunakan IM3 itu masih untuk tidak dicela seperti aku karena memakai Nokia 3530 yang notabene merupakan HP Nokia layar warna pertama yang beredar di Indonesia.
Hampir semua temanku menggunakan Telkomsel yang masih menggunakan digit awal 21.
Aku menggunakan IM3 atas rekomendasi temen kos yang kebetulan mengerti TI, maklum, dia admin jaringan di KPP Gubeng, Surabaya. Katanya IM3 anak muda banget dan suatu saat pasti berkembang pesat.

Ah, tapi sayang sekali, dengan model charger yang tidak umum, aku susah untuk mencari charger pengganti yang rusak. Akhirnya diakalin pake charger kodok. Ini juga tidak terlalu menggemberikan. Usaha terakhirku adalah memberikan kabel ekstensi pada kutub-kutub charger sebelah dalam. Keputusan buruk tenyata. Tidak ada keputusan yang lebih bijak daripada membeli HP lagi.

HP-ku setelah itu adalah Nokia 3200


Dengan taruhan uang buat Tugas Akhir aku nekad membeli bekas yang masih ada garansi beberapa bulan dengan harga Rp.875rb dan untungnya aku tidak salah pilih. HP itu bertahan sampai sekarang. Dengan usia hampir 4 tahun, 3200 masih dalam kondisi prima, dan satu lagi, aku berharap SE K750 lah yang akan jadi penggantinya. Tentu saja ada alasan khusus mengapa aku menominasikan SE K750 yang mungkin tidak lagi dijual dalam kondisi baru.

3200-ku adalah HP murah dengan fitur yang luar biasa. Triband GSM, downloadable ringtone, wallpaper dan game maupun aplikasi java versi 2.0 walaupun dibatasi maksimal berukuran 64K (S40v1), poliponik, speakerphone, infrared, kamera "mata ikan" yang konyol, radio FM, GPRS kelas 10 dan yang penting, sentolop eh, senter. Jadi, HP-ku selanjutnya juga harus memiliki semua yang ada di 3200 plus kemampuan lain. Sejauh ini, baru SE K750 yang mengakomodasi semua yang ada di 3200, plus kamera resolusi tinggi, java yang lebih mumpuni, MP3 player, video recorder, lampu flash yang bisa digunakan sebagai senter dll. Sementara ini aku belum memerlukan fitur 3G dan TV.

Tapi entah kapan aku bisa memilikinya, niat untuk memiliki HP lagi tidak seperti dulu lagi. Aku cukup puas dengan 3200 yang sudah mampu untuk cek email yahoo, ber-ym ria, mig33 dan sederet aplikasi yang akupun geleng-geleng kepala menyadari kemampuan 3200 ini. Apa aku menunggu rusaknya 3200 seperti kata ibu? atau menunggu K750 seharga Rp.300rb?

Coba liat harga-harga HP saat aku baru masuk kuliah di sini

Read More......

640K = enough

Membaca judul di atas mungkin Anda sudah menebak apa isi artikel kita kali ini. Legenda 640K adalah legenda tentang besaran memori yang dinilai cukup (waktu itu) oleh Bill Gates. selanjutnya Anda akan dibawa bernostalgia di mana beberapa pendapat masa lalu cukup terdengar lucu untuk telinga orang masa kini.

"Computers in the future may weight no more than 1.5 tons." (Komputer di masa depan mungkin bisa berbobot kurang dari 1,5 ton)
-- Popular Mechanics, meramalkan rentetan sains yang menyedihkan, 1949

"I think there is a world market for maybe five computers." (Saya pikir ada pasar di dunia untuk yah, kira2 lima buah komputer.)
--Thomas Watson, chairman of IBM, 1943

"I have traveled the length and breadth of this country and talked with the best people, and I can assure you that data processing is a fad that won't last out the year." (Saya telah bepergian sepanjang dan selebar negeri ini dan berbicara dengan orang-orang yang terbaik, dan saya dapat meyakinkan Anda bahwa pengolahan data adalah demam yang tidak akan bertahan sampai tahun ini)
--Editor yang berwenang pada buku-buku bisnis untuk Prentice Hall, 1957

"But what ... is it good for?" (Tapi...bagusnya untuk apa sih?)
--Insinyur pada Divisi Advanced Computing Systems IBM, 1968, mengomentari microchip.

"There is no reason anyone would want a computer in their home." (Tidak ada alasan bagi setiap orang untuk memiliki komputer di rumah mereka)
--Ken Olson, presiden, chairman dan Pendiri Digital Equipment Corp., 1977

"This 'telephone' has too many shortcomings to be seriously considered as a means of communication. The device is inherently of no value to us." (Telepon ini memiliki terlalu banyak kekurangan yang harus serius dipertimbangkan sebagai alat komunikasi. Perangkat ini belum ada nilai yang melekat untuk kami)
--internal memo Western Union, 1876.

"The wireless music box has no imaginable commercial value. Who would pay for a message sent to nobody in particular?" (Kotak musik nirkabel (radio) tidak bisa dibayangkan bernilai komersil. Siapa yang mau membayar untuk pesan yang dikirimkan kepada "bukan orang tertentu?")
--David Sarnoff's associates dalam responnya mengenai investasi untuk radio, 1920-an.

"The concept is interesting and well-formed, but in order to earn better than a 'C,' the idea must be feasible." (Konsepnya menarik dan telah terbentuk dengan baik, tapi agar mendapatkan nilai yang lebih baik dari pada nilai C, idenya harus masuk akal)
--Profesor bidang manajemen Yale University dalam tanggapannya pada proposal Fred Smith tentang layanan pengiriman lepas malam yang handal). (Kemudian Smith mendirikan Federal Express Corp.)

"Who the hell wants to hear actors talk?" (Siapa sih yang ingin mendengar aktor berbicara?)
--H.M. Warner, Warner Brothers, 1927.

"I'm just glad it'll be Clark Gable who's falling on his face and not Gary Cooper." (Aku senang bahwa yang akan jatuh di atas mukanya adalah Clark Gable, bukan Gary Cooper)
--Gary Cooper dalam keputusannya untuk tidak mengambil peran utama di "Gone With The Wind."

"We don't like their sound, and guitar music is on the way out." (kami tidak sukan suara mereka, dan musik gitar sudah hampir mati)
--Decca Recording Co. menolak the Beatles, 1962.

"Heavier-than-air flying machines are impossible." (Mesin terbang yang lebih berat dari udara adalah mustahil)
--Lord Kelvin, president, Royal Society, 1895.

"So we went to Atari and said, 'Hey, we've got this amazing thing, even built with some of your parts, and what do you think about funding us? Or we'll give it to you. We just want to do it. Pay our salary, we'll come work for you.' And they said, 'No.' So then we went to Hewlett-Packard, and they said, 'Hey, we don't need you. You haven't got through college yet.'"
(Kami pergi ke Atari dan berkata 'Hey, kati menemukan barang menakjubkan ini, walaupun dirakit dengan beberapa suku cadangmu, dan bagaimana menurutmu untuk mendanai kami? atau kami akan memberikannya kepadamu. Kami hanya ingin mengerjakannya. Bayarlah gaji kami dan kami akan bekerja untukmu.' dan mereka berkata 'tidak'. Terus kami pergi ke Hewlett-Packard, dan mereka berkata, 'hey, kami tidak memerlukanmu. Kamu bahkan belum pernah kuliah')
--Pendiri Apple Computer Inc., Steve Jobs dalam perjuangannya merayu Atari and H-P agar tertarik dengan Komputer personal karyanya bersama Steve Wozniak.

"Professor Goddard does not know the relation between action and reaction and the need to have something better than a vacuum against which to react. He seems to lack the basic knowledge ladled out daily in high schools." --1921 New York Times editorial about Robert Goddard's revolutionary rocket work.

"You want to have consistent and uniform muscle development across all of your muscles? It can't be done. It's just a fact of life. You just have to accept inconsistent muscle development as an unalterable condition of weight training." --Response to Arthur Jones, who solved the "unsolvable" problem by inventing Nautilus.

"Drill for oil? You mean drill into the ground to try and find oil? You're crazy." --Drillers who Edwin L. Drake tried to enlist to his project to drill for oil in 1859.

"Stocks have reached what looks like a permanently high plateau." --Irving Fisher, Professor of Economics, Yale University, 1929.

"Airplanes are interesting toys but of no military value." --Marechal Ferdinand Foch, Professor of Strategy, Ecole Superieure de Guerre.

"If you need more than 15 or 20 meg of storage on a hard drive, you should do it on the City's main frame." --1986 the head of the City of Dallas Information Services Department

"Everything that can be invented has been invented." --Charles H. Duel

"Louis Pasteur's theory of germs is ridiculous fiction." --Pierre Pachet, Professor of Physiology at Toulouse, 1872

"The abdomen, the chest, and the brain will forever be shut from the intrusion of the wise and humane surgeon." --Sir John Eric Ericksen, British surgeon, appointed Surgeon-Extraordinary to Queen Victoria 1873.

(And of course, the most famous one...)

"640K ought to be enough for anybody." --Bill Gates, 1981

Read More......

Komputer2 Jadul (Oldies)

Kalo ini sih komputer waktu pamanku masih perang sama Nipon :-)

http://www.recycledgoods.com/zoom.aspx?productID=32689
Spek:
ABS VT586VXB Pentium 166Mhz 32MB, 1.7GB CD Vintage Computer

http://www.recycledgoods.com/zoom.aspx?productID=11870
Spek:
# Laptop
# P166 z w/ MMX
# 2.1 GB Hard Drive
# 32 MB EDO DRAM
# 12.1" Diagonal TFT Active Matrix Color Display

http://www.recycledgoods.com/zoom.aspx?productID=23598
Spek:
# ALR Revolution MPII Tower CPU: Intel P1 MMX 200mhz
# RAM:16MB
# HDD:2.1GB
# CD-:4x
# Video: PCI 2MB

http://www.recycledgoods.com/zoom.aspx?productID=15863
Spek:
# AT&T 3249 Desktop Computer P75 - P100 Intel Processor P75 - P100
# 850MB Hard Drive - no operating system
# Memory 16 MB 72 pin

http://www.recycledgoods.com/zoom.aspx?productID=22539
Spek:
# Compaq Deskpro EN 6266 Deskpro EN PII 266 Computer Intel PII 266MHz Processor
# 10.0GB Hard Drive - no operating system
# 64MB Memory
# 1.44" Floppy Drive
# CD-ROM Drive

http://www.recycledgoods.com/zoom.aspx?productID=17649
Dell P133V P133 Dimension Tower Computer
Spek:
# Pentium 133MHZ w/512k Cache.1GB HDD
# 32MB Memory
# 12x CD-Rom
# 2MB Video Memory

http://www.recycledgoods.com/zoom.aspx?productID=12185
Spek:
# Dell Dimension P75 PI 75MHz Computer Pentium 75MHz CPU
# 32 MB Ram
# 1 GB Hard Drive


jadul poolll bakal laptop

http://www.recycledgoods.com/zoom.aspx?productID=19552
Compaq Prolinea Net1/25s Prolinea All in One 486 Computer w/Monitor

http://www.recycledgoods.com/zoom.aspx?productID=23893
Spek:
# HP's First Personal Computer
# 8 bit microprocessor
# 5 inch screen
# Calculator
# originally sold for $3650 in 1980.
# great for vintage collectors and refurbishing
# missing comma key.
# 82936A ROM Drawer: 00085-15005 Advanced Prgm, 00085-15002 Plotter/Printer, 00085-15003 Input/Output, 00085-15001 Mass Storage, 00085-15004 Matrix, 00085-15007 Assembler
# 82903A 16K Memory Module

http://www.recycledgoods.com/zoom.aspx?productID=20127
# IBM 8525-004 All in One Computer - No Hard Drive 8086-2 Intel Processor
# 8MHz

http://www.recycledgoods.com/zoom.aspx?productID=33311
Spek:
# Otrona Attache Vintage Collectible Portable Computer Released: April 1982
# Discontinued: September 1984
# Price: $3995
# CPU: Zilog Z-80A @ 4 MHz
# RAM: 64K standard
# Display: 5.5-inch amber CRT
# 320 X 240 graphics
# 80 X 24 text
# Ports: 2 serial
# external video
# Storage: dual floppy drives 360K each
# OS: CP/M 2.2.4
# Will not power on needs repair
# Vintage Collectors Item
# one hinge on keyboard broken

http://www.recycledgoods.com/zoom.aspx?productID=23910
Spek:
# Otrona Attache Vintage Collectible Portable Computer Released: April 1982
# Discontinued: September 1984
# Price: $3995
# CPU: Zilog Z-80A @ 4 MHz
# RAM: 64K standard
# Display: 5.5-inch Green CRT
# 320 X 240 graphics
# 80 X 24 text
# Ports: 2 serial
# external video
# Storage: dual floppy drives 360K each
# OS: CP/M 2.2.4
# turns on but needs repair
# Vintage Collectors Item
# one hinge on keyboard broken
# missing 2 feet

http://www.recycledgoods.com/zoom.aspx?productID=15605
This Vintage Compaq Portable computer,
originally manufactured in 1982 and released in 1983,
features a built in keyboard that easily locks onto the CPU case
for easy mobility. This unit powers up but has not been tested any further.

Spek:
# Processor: Intel 8088
# Speed: 4.77 MHz
# RAM:128K-640K (not known in this unit)
# ROM Approximately 12K
# Storage:1 5.25" 360K floppy drive
# Bus:ISA (Industry Standard Architecture)
# I/O: Parallel and Serial
# OS Options:MS-DOS or CP/M-86

http://www.recycledgoods.com/zoom.aspx?productID=25189
# IBM 8573-031 Laptop Portable version of 16MHz PS/2 Model 70 (8570) 2MB memory standard, expandable to 8MB on the system board High quality, 16-grayscale integrated gas plasma display 80386 16MHz 32-bit microprocessor
# Display comes on, there are 3 beeps, the floppy drive tries to read the diskette and then it powers down.

http://www.recycledgoods.com/zoom.aspx?productID=25327
Toshiba 700CT Laptop attached to Docking Station PA2712U

Ada yang punya salah satu dari komputer jadul di atas ga? Kalo aku punya yang P166, sdram 32MB, edoram 2x4MB, VGA 2MB, ga ada port ps/2, jadi keyboard ikut colokan XT dan mouse ikut port serial heheheh, maksimum yang ku coba disitu pake win ME dan knoppix 2.4

Read More......

Soekarno Wafat


Saat itu Juni 1970. Ibu yang baru pulang berbelanja, mendapatkan Bapak (almarhum) sedang menangis sesenggukan. ”Pak Karno seda” (meninggal) Dengan menumpang kendaraan militer mereka bisa sampai di Wisma Yaso. Suasana sungguh sepi. Tidak ada penjagaan dari kesatuan lain kecuali 3 truk berisi prajurit Marinir ( dulu KKO ). Saat itu memang Angkatan Laut, khususnya KKO sangat loyal terhadap Bung Karno. Jenderal KKO Hartono - Panglima KKO - pernah berkata , ”Hitam kata Bung Karno, hitam kata KKO. Merah kata Bung Karno, merah kata KKO” Banyak prediksi memperkirakan seandainya saja Bung Karno menolak untuk turun, dia dengan mudah akan melibas Mahasiswa dan Pasukan Jendral Soeharto, karena dia masih didukung oleh KKO, Angkatan Udara, beberapa divisi Angkatan Darat seperti Brawijaya dan terutama Siliwangi dengan panglimanya May.Jend Ibrahim Ajie. Namun Bung Karno terlalu cinta terhadap negara ini. Sedikitpun ia tidak mau memilih opsi pertumpahan darah sebuah bangsa yang telah dipersatukan dengan susah payah. Ia memilih sukarela turun, dan membiarkan dirinya menjadi tumbal sejarah. The winner takes it all. Begitulah sang pemenang tak akan sedikitpun menyisakan ruang bagi mereka yang kalah. Soekarno harus meninggalkan istana pindah ke istana Bogor . Tak berapa lama datang surat dari Panglima Kodam Jaya - Mayjend Amir Mahmud - disampaikan jam 8 pagi yang meminta bahwa Istana Bogor harus sudah dikosongkan jam 11 siang. Buru buru Bu Hartini, istri Bung Karno mengumpulkan pakaian dan barang barang yang dibutuhkan serta membungkusnya dengan kain sprei. Barang barang lain semuanya ditinggalkan. ”Het is niet meer mijn huis” - sudahlah, ini bukan rumah saya lagi , demikian Bung Karno menenangkan istrinya. Sejarah kemudian mencatat, Soekarno pindah ke Istana Batu Tulis sebelum akhirnya dimasukan kedalam karantina di Wisma Yaso. Beberapa panglima dan loyalis dipenjara. Jendral Ibrahim Adjie diasingkan menjadi dubes di London . Jendral KKO Hartono secara misterius mati terbunuh di rumahnya. Kembali ke kesaksian yang diceritakan ibu saya. Saat itu belum banyak yang datang, termasuk keluarga Bung Karno sendiri. Tak tahu apa mereka masih di RSPAD sebelumnya. Jenasah dibawa ke Wisma Yaso. Di ruangan kamar yang suram, terbaring sang proklamator yang separuh hidupnya dihabiskan di penjara dan pembuangan kolonial Belanda. Terbujur dan mengenaskan. Hanya ada Bung Hatta! dan Ali Sadikin - Gubernur Jakarta - yang juga berasal dari KKO Marinir. Bung Karno meninggal masih mengenakan sarung lurik warna merah serta baju hem coklat. Wajahnya bengkak bengkak dan rambutnya sudah botak. Kita tidak membayangkan kamar yang bersih, dingin berAC dan penuh dengan alat alat medis disebelah tempat tidurnya. Yang ada hanya termos dengan gelas kotor, serta sesisir buah pisang yang sudah hitam dipenuhi jentik jentik seperti nyamuk. Kamar itu agak luas, dan jendelanya blong tidak ada gordennya. Dari dalam bisa terlihat halaman belakang yang ditumbuhi rumput alang alang setinggi dada manusia !. Setelah itu Bung Karno diangkat. Tubuhnya dipindahkan ke atas karpet di lantai di ruang tengah. Ibu dan Bapak saya serta beberapa orang disana sungkem kepada jenasah, sebelum akhirnya Guntur Soekarnoputra datang, dan juga orang orang lain. Namun Pemerintah orde baru juga kebingungan kemana hendak dimakamkan jenasah proklamator. Walau dalam Bung Karno berkeingan agar kelak dimakamkan di Istana Batu Tulis, Bogor . Pihak militer tetap tak mau mengambil resiko makam seorang Soekarno yang berdekatan dengan ibu kota. Maka dipilih Blitar, kota kelahirannya sebagai peristirahatan terakhir. Tentu saja Presiden Soeharto tidak menghadiri pemakaman ini. Dalam catatan Kolonel Saelan, bekas wakil komandan Cakrabirawa, ”Bung karno diinterogasi oleh Tim Pemeriksa Pusat di Wisma Yaso. Pemeriksaan dilakukan dengan cara cara yang amat kasar, dengan memukul mukul meja dan memaksakan jawaban. Akibat perlakuan kasar terhadap Bung Karno, penyakitnya makin parah karena memang tidak mendapatkan pengobatan yang seharusnya diberikan.” (Dari Revolusi 1945 sampai Kudeta 1966 ) dr. Kartono Mohamad yang pernah mempelajari catatan tiga perawat Bung Karno sejak 7 februari 1969 sampai 9 Juni 1970 serta mewancarai dokter Bung Karno berkesimpulan telah terjadi penelantaran. Obat yang diberikan hanya vitamin B, B12 dan duvadillan untuk mengatasi penyempitan darah. Padahal penyakitnya gangguan fungsi ginjal. Obat yang lebih baik dan mesin cuci darah tidak diberikan. (Kompas 11 Mei 2006) Rachmawati Soekarnoputri, menjelaskan lebih lanjut, ”Bung Karno justru dirawat oleh dokter hewan saat di Istana Batutulis. Salah satu perawatnya juga bukan perawat. Tetapi dari Kowad

Read More......

Detik-detik terakhir Soekarno


Jakarta , Selasa, 16 Juni 1970.

Ruangan intensive care RSPAD Gatot Subroto dipenuhi tentara sejak pagi.

Serdadu berseragam dan bersenjata lengkap bersiaga penuh di beberapa titik

strategis rumah sakit tersebut. Tak kalah banyaknya, petugas keamanan

berpakaian preman juga hilir mudik di koridor rumah sakit hingga pelataran

parkir. Sedari pagi, suasana mencekam sudah terasa.

Kabar yang berhembus

mengatakan, mantan Presiden Soekarno akan dibawa ke rumah sakit ini dari

rumah tahanannya di Wisma Yaso yang hanya berjarak lima kilometer.



Malam ini desas-desus itu terbukti. Di dalam ruang perawatan yang sangat

sederhana untuk ukuran seorang mantan presiden, Soekarno tergolek lemah di

pembaringan. Sudah beberapa hari ini kesehatannya sangat mundur. Sepanjang

hari, orang yang dulu pernah sangat berkuasa ini terus memejamkan mata. Suhu

tubuhnya sangat tinggi. Penyakit ginjal yang tidak dirawat secara semestinya

kian menggerogoti kekuatan tubuhnya. Lelaki yang pernah amat jantan dan

berwibawa dan sebab itu banyak digila-gilai perempuan seantero jagad,

sekarang tak ubahnya bagai sesosok mayat hidup.



Tiada lagi wajah gantengnya. Kini wajah yang dihiasi gigi gingsulnya telah

membengkak, tanda bahwa racun telah menyebar ke mana-mana. Bukan hanya

bengkak, tapi bolong-bolong bagaikan permukaan bulan. Mulutnya yang dahulu

mampu menyihir jutaan massa dengan pidato-pidatonya yang sangat memukau,

kini hanya terkatup rapat dan kering. Sebentar-sebentar bibirnya gemetar.

Menahan sakit.

Kedua tangannya yang dahulu sanggup meninju langit dan mencakar udara, kini

tergolek lemas di sisi tubuhnya yang kian kurus.



Sang Putera Fajar tinggal menunggu waktu. Dua hari kemudian, Megawati, anak

sulungnya dari Fatmawati diizinkan tentara untuk mengunjungi ayahnya.

Menyaksikan ayahnya yang tergolek lemah dan tidak mampu membuka matanya,

kedua mata Mega menitikkan airmata. Bibirnya secara perlahan didekatkan ke

telinga manusia yang

paling dicintainya ini.





"Pak,Pak,ini Mega.." .Senyap.



Ayahnya tak bergerak. Kedua matanya juga tidak membuka. Namun kedua bibir

Soekarno yang telah pecah-pecah bergerak-gerak kecil, gemetar, seolah ingin

mengatakan sesuatu pada puteri sulungnya itu. Soekarno tampak mengetahui

kehadiran Megawati. Tapi dia tidak mampu membuka matanya. Tangan kanannya

bergetar seolah ingin menuliskan sesuatu untuk puteri sulungnya, tapi

tubuhnya terlampau lemah untuk sekadar menulis. Tangannya kembali terkulai.

Soekarno terdiam lagi.



Melihat kenyataan itu, perasaan Megawati amat terpukul. Air matanya yang

sedari tadi ditahan kini menitik jatuh. Kian deras. Perempuan muda itu

menutupi hidungnya dengan sapu tangan. Tak kuat menerima kenyataan, Megawati

menjauh dan limbung. Mega segera dipapah keluar. Jarum jam terus bergerak.

Di luar kamar, sepasukan tentara terus

berjaga lengkap dengan senjata.



Malam harinya ketahanan tubuh seorang Soekarno ambrol. Dia coma. Antara

hidup dan mati. Tim dokter segera memberikan bantuan seperlunya. Keesokan

hari, mantan wakil presiden Muhammad Hatta diizinkan mengunjungi kolega

lamanya ini. Hatta yang ditemani sekretarisnya menghampiri pembaringan

Soekarno dengan sangat hati-hati. Dengan segenap kekuatan yang berhasil

dihimpunnya, Soekarno berhasil membuka matanya. Menahan rasa sakit yang tak

terperi, Soekarno berkata lemah.



"Hatta.., kau di sini..?".



Yang disapa tidak bisa menyembunyikan kesedihannya. Namun Hatta tidak mau

kawannya ini mengetahui jika dirinya bersedih. Dengan sekuat tenaga memendam

kepedihan yang mencabik hati, Hatta berusaha menjawab Soekarno dengan wajar.

Sedikit tersenyum menghibur.



"Ya, bagaimana keadaanmu, No?" . Hatta menyapanya dengan sebutan yang

digunakannya di masa lalu.Tangannya memegang lembut tangan Soekarno.

Panasnya menjalari jemarinya. Dia ingin memberikan kekuatan pada orang yang

sangat dihormatinya ini.



Bibir Soekarno bergetar, tiba-tiba, masih dengan lemah, dia balik bertanya

dengan bahasa Belanda. Sesuatu yang biasa mereka berdua lakukan ketika

mereka masih bersatu dalam Dwi Tunggal. "Hoe gaat het met jouâ?¦?" Bagaimana

keadaanmu?

Hatta memaksakan diri tersenyum. Tangannya masih memegang lengan Soekarno.



Soekarno kemudian terisak bagai anak kecil. Lelaki perkasa itu menangis di

depan kawan seperjuangannya, bagai bayi yang kehilangan mainan. Hatta tidak

lagi mampu mengendalikan perasaannya. Pertahanannya bobol. Airmatanya juga

tumpah. Hatta ikut menangis.



Kedua teman lama yang sempat berpisah itu saling berpegangan tangan seolah

takut berpisah. Hatta tahu, waktu yang tersedia bagi orang yang sangat

dikaguminya ini tidak akan lama lagi. Dan Hatta juga tahu, betapa kejamnya

siksaan tanpa pukulan yang dialami sahabatnya ini. Sesuatu yang hanya bisa

dilakukan oleh manusia yang tidak punya nurani.



"Noâ?¦"



Hanya itu yang bisa terucap dari bibirnya. Hatta tidak mampu mengucapkan

lebih. bibirnya bergetar menahan kesedihan sekaligus kekecewaannya. Bahunya

terguncang-guncang. Jauh di lubuk hatinya, Hatta sangat marah pada penguasa

baru yang sampai hati menyiksa bapak bangsa ini. Walau prinsip politik

antara dirinya dengan Soekarno tidak bersesuaian, namun hal itu sama sekali

tidak merusak persabatannya yang demikian erat dan tulus. Hatta masih

memegang lengan Soekarno ketika kawannya ini kembali memejamkan matanya.



Jarum jam terus bergerak. Merambati angka demi angka. Sisa waktu bagi

Soekarno kian tipis. Sehari setelah pertemuan dengan Hatta, kondisi Soekarno

yang sudah buruk, terus merosot. Putera Sang Fajar itu tidak mampu lagi

membuka kedua matanya. Suhu badannya terus meninggi. Soekarno kini

menggigil. Peluh membasahi bantal dan piyamanya. Malamnya Dewi Soekarno dan

puterinya yang masih berusia tiga tahun, Karina, hadir di rumah sakit.

Soekarno belum pernah sekali pun melihat anaknya.



Minggu pagi, 21 Juni 1970. Dokter Mardjono, salah seorang anggota tim dokter

kepresidenan seperti biasa melakukan pemeriksaan rutin. Bersama dua orang

paramedis, Dokter Mardjono memeriksa kondisi pasien istimewanya ini. Sebagai

seorang dokter yang telah berpengalaman, Mardjono tahu waktunya tidak akan

lama lagi.



Dengan sangat hati-hati dan penuh hormat, dia memeriksa denyut nadi

Soekarno. Dengan sisa kekuatan yang masih ada, Soekarno menggerakkan tangan

kanannya, memegang lengan dokternya. Mardjono merasakan panas yang demikian

tinggi dari tangan yang amat lemah ini. Tiba-tiba tangan yang panas itu

terkulai. Detik itu juga Soekarno menghembuskan nafas terakhirnya. Kedua

matanya tidak pernah mampu lagi untuk membuka. Tubuhnya tergolek tak

bergerak lagi. Kini untuk selamanya sang Proklamator telah pergi. Situasi

di sekitar ruangan sangat sepi. Udara sesaat terasa berhenti mengalir. Suara

burung yang biasa berkicau tiada terdengar. Kehampaan sepersekian detik yang

begitu mencekam. Sekaligus menyedihkan. Dunia melepas salah seorang

pembuat sejarah yang penuh kontroversi. Banyak orang menyayanginya, tapi

banyak pula yang membencinya. Namun semua sepakat, Soekarno adalah seorang

manusia yang tidak biasa. Yang belum tentu dilahirkan kembali dalam waktu

satu abad. Manusia itu kini telah tiada.



Dokter Mardjono segera memanggil seluruh rekannya, sesama tim dokter

kepresidenan. Tak lama kemudian mereka mengeluarkan pernyataan resmi:

Soekarno telah berpulang ke pangkuan sang pencipta


sejarah ini saya kutip dari blog seorang teman garis-lurus.blogspot.com

Read More......