Foto yang kuambil pukul 09 pagi ini di jalan pahlawan mojosari.
Opini dari beberapa orang bijak yang mungkin pernah kita dengar kira2 seperti ini:
1. Lebih baik baju seragam itu disumbangkan ke orang yang lebih membutuhkan, daripada dicorat-coret seperti itu. (duh, seragam yang 3 tahun dipake kepanasan, uda buluk, bau, mau disumbangin? kayaknya kasihan yang nerima deh)
2. Jalan hidup masih panjang, Lulus SMA/SMK mbok ya jangan hura-hura di jalanan. ("saat2 remaja yang terindah, tak bisa terulaaang...", melly goeslaw - ku bahagia)
3. Mau jadi apa ntar, baru lulus aja urakan gitu. (temenku yang dulu ajak aku corat-coret seragam sekarang jadi juragan tebu)
4. Polisi, "hayo, bubar, bubar, kalian mengganggu ketertiban lalu lintas." (anak2 yang lulusan, "daripada korupsi uang rakyat Pak.")
5. Kalo ada lagi kuposting menyusul deh :-)
Duh, aku dulu ketinggalan rek, jadi ga ikut turing2 dan corat-coret deh...:'(
Waduh, kenapa yah hari ini warnetforum down? apa belum perpanjang hosting? Apa malah tutup? Ya sayang banget lah kalo sampe tutup. Aku belajar banyak banget masalah warnet dari forum itu, sampe sekarang. Moga2 segera up lagi deh forumnya...
Read More......
The smallest animal with a backbone known to science, a fish from the carp family, has been discovered in the peat swamps of Indonesia. Females grow no bigger than 7.9mm (0.31in) and the male measures up to 10.3mm.
Biologists discovered the fish during an expedition to explore remote forest swamps on the Indonesian island of Sumatra, where the peat water is a hundred times more acidic than rainwater.
Scientists had thought that little if anything could survive in such peat swamps but have been astonished to discover several species of small fish including the latest specimen, named Paedocypris progenetica.
posted by Fahad Al Mahmood @ 02:25 UAE Local Time| Permanent Link
Isinya kira2 seperti ini, bahwa hewan terkecil yang mempunyai tulang belakang adalah sebuah ikan yang ditemukan di rawa2 di Sumatra yang mana keasaman airnya lebih tinggi daripada air hujan. Yah, memang negara kita tuh negara yang kekayaan alamnya luar biasa deh...
Read More......
Kemarin aku menemukan halaman pada google yang sedikit salah. Mungkin kesalahan ini tidak akan lama mengingat repuasi Google. Kesalahan ini cuma sederhana, tapi cukup menarik perhatian karena situs sebesar google juga masih ada salah syntax, manusia gitu loh.
Ni skrinsutnya.
Klik biar bisa liat utuh mas...
Kesalahannya pada Google Apps yang menuliskan kata "Pelanggan" menjadi "Peidgan" ketika aku menggunakan antarmuka bahasa Indonesia. Mungkin yang terjadi adalah sintaks "lang=id" (language=bahasa indonesia). Kata "langsung" juga terpengaruh menjadi "idsung".
Read More......
Mohon Maaf kalo posting kali ini salin-tempel:-), soalnya saya betul2 tertarik dengan konsep apapun yang berkaitan dengan kewirausahaan.
Ada yang melihat namun tidak berpikir. Ada yang berpikir namun tidak mengerti. Ada yang mengerti namun tidak berkesan. Ada yang berkesan namun tidak beraksi. Ada yang beraksi namun tidak berentrepreneur. Ada yang berentrepreneur namun tidak berhasil. Entrepreneur sejati gagal 10 kali namun bangkit 11 kali.
DON KARDONO, Jakarta
Itulah mutiara kata dari Ir Ciputra. Legenda properti Indonesia yang 24 Agustus 2009 nanti genap berusia 78 tahun. Opung sembilan cucu dari empat anaknya itu sedang getol berkampanye. Bukan untuk mengejar jabatan RI 1 tentu. Bukan pula untuk mengincar kursi gubernur DKI di pilgub mendatang. Tetapi, untuk menyebarkan virus bernama kewirausahaan, yang acap diistilahkan dengan jiwa entrepreneurship.
Spirit yang tidak bisa diajarkan hanya melalui mata kuliah. Juga tidak bisa dipelajari dari buku-buku kisah sukses berikut kiat-kiatnya. Ilmu ini sama dengan jurnalistik, hanya bisa ditularkan. Itu pun, tidak semua orang bisa menerimanya dengan maksimal, jika tidak menjiwai secara penuh.
Sudah lama Pak Ci -begitu sapaan akrabnya- gelisah dengan situasi sosial bangsa ini. Ada lingkaran setan: pengangguran-kemiskinan-bencana. Berawal dari pengangguran, yang akan bermuara ke kemiskinan, dan itu akan melahirkan begitu banyak bencana nasional. Bukan hal sulit untuk menemukan relasi antara kemiskinan dan terorisme, women trafficking, banjir, global warming, kriminalitas, dan hukum.
Setiap tahun perguruan tinggi menghasilkan 300.000 lebih sarjana. Namun, itu hanya menambah stres pemerintah, orang tua, dan sang sarjana itu sendiri. Daya serap lapangan kerja jauh di bawah supply dari mesin produksi perguruan tinggi. Seperti 2007, oversupply itu mencapai 740.000 lulusan, yang otomatis menjadi penganggur baru. Angka itu cenderung naik pesat dari waktu ke waktu. Dalam kurun enam bulan, dari Agustus 2006-Februari 2007 saja, penganggur strata satu naik 66.578 orang, atau 9,8 persen. Dalam setahun, bisa jadi 20 persen.
Pak Ci mengungkapkan kegalauan itu kepada INDOPOS (Jawa Pos Group) di kediamannya di Bukit Golf Utama Kav III PA, Pondok Indah, Jakarta. Saat itu, juga ada lima dosen Universitas Ciputra Entrepreneurship Center (UCEC) yang akan dikirim ke Kansas City Amerika Serikat.
Rintisan Ciputra itu tumbuh menjadi perusahaan properti swasta terbesar di Indonesia. Melalui bendera Jaya Group, Metropolitan Group, Ciputra Group membuktikan diri sebagai perusahaan raksasa yang paling eksis, dengan 14.000 karyawan lebih. Saat inilah dia merasa perlu membagi ilmu, untuk berlari bersama, mengejar ketertinggalan dengan negara lain. "Saya sudah 77 tahun. Mungkin Tuhan kirim saya untuk membangun dunia pendidikan dan diisi mental entrepreneur di negeri ini. Karena itu, saya ingin menjadi Yusuf, melalui CSR (corporate social responsibility)," akunya.
Pak Ci tidak sedang pameran. Apalagi, memamerkan kesuksesannya untuk sekadar cerita. Pria berkacamata yang sangat santun ini ingin mengawali cerita kewirausahaan hingga sukses menjadi salah satu konglomerat ternama saat ini. Itu semua tidak datang secara tiba-tiba. Tidak seperti mendapat durian runtuh, tetapi melalui jalan panjang, berliku, penuh onak dan duri. Banyak tantangan, problematika, sejarah pahit, dan kisah-kisah heroik yang dipaparkan di hadapan calon-calon guru wirausaha itu. "Semua itu jawabannya adalah spirit entrepreneurship! Dengan wirausaha, Anda dapat mengubah masa depan Anda dan bangsa Anda!" tuturnya.
Dia merasa iri dengan Singapura. Negeri kecil itu sejak 50 tahun lalu, luas wilayahnya sama dengan sekarang ini. Tetapi, income per kapita, kualitas hidup warga, dan pengaruhnya di dunia perdagangan dunia jauh lebih besar daripada Indonesia. Dulu, mengawalinya, jika dipotret, sama dengan Jakarta. Punya problem transportasi, problem sekolah, dll. "Tetapi, dengan entrepreneurship, mereka bisa jauh lebih maju dari kita? Padahal, sumber daya alam kita luar biasa. Kita punya segalanya. Singapura nggak ada apa-apanya." ujarnya
Lima dosen muda yang akan disekolahkan ke AS itu adalah Trianggoro Wiradinata ST MEngSc, Astrid Kusumowidagdo ST, MM, Johan Hasan Skom, MFils, dan Lenny Gunawan MBus (acc). Mereka dari Universitas Ciputra. Mereka berasal dari Departemen Informasi & Teknologi, Desain Interior, Bisnis dan Entrepreneurship & Etika. Satu lagi dari Universitas Tarumanagara Jakarta, Dr Chairy, dari Departemen Pengembangan Entrepreneurship.(bersambung)
Ini adalah rekaman detik-detik undian jalan sehat Desa Bangun 18 Agustus 2008 dalam memeringati Dirgahayu Republik Indonesia yang ke 63. Lumayanlah dapat TV cina brand :-) (gila lu, lu bilang lumayan. Tu grand prize-nya kalee). Hehe, berarti pelit ya panitianya (sorry...)
Wuih, kaos Unesa-nya keliatan rek. Aku sampai lupa tidak salaman dengan Pak Lurah saking sibuknya pose dan kasih tanda tangan fans (boong ah...)
Terima kasih kepada Mas Suwandi atas rekaman ini.
Read More......
Wow, inikah roti termahal di dunia? Jangan keburu menarik kesimpulan. Lain ceritanya jika roti ini Anda beli di Zimbabwe. Ya, Zimbabwe memang tengah mengalami krisis finansial gila-gilaan. Akhir tahun kemarin setelah Bank Sentral Zimbabwe meluncurkan mata uang dengan pecahan ZWD 200 juta dan ZWD 500 juta, kini negeri miskin di Benua Hitam itu kembali melempar pecahan uang kertas baru. Nilainya ZWD 100 triliun yang setara dengan USD 33 (sekitar Rp 363 ribu) di pasar gelap. Parahnya, nilai mata uang baru itu hanya cukup untuk membeli 33 potong roti.
"Demi meyakinkan publik bahwa mereka masih tetap bisa mengakses uang dari bank, maka Bank Sentral Zimbabwe akan meluncurkan pecahan-pecahan mata uang kertas baru secara bertahap. Kali ini, sirkulasinya dimulai dengan pecahan ZWD 10 triliun (sekitar Rp 36 ribu)," tulis Bank Sentral Zimbabwe seperti dikutip koran Herald. Hiperinflasi yang mencengkeram negeri Robert Mugabe itu memaksa bank lebih "rajin" merilis nilai baru mata uang.
Selanjutnya, bank yang menjadi pusat sirkulasi uang di negeri yang terkoyak konflik politik itu akan melemparkan pecahan ZWD 20 triliun (sekitar Rp 72 ribu). Pecahan ZWD 50 triliun (sekitar Rp 182 ribu) menyusul di tahap berikutnya. "Pada tahap akhir, Bank Sentral Zimbabwe baru akan merilis pecahan ZWD 100 triliun tersebut," lapor Herald.